Oktavina Tanda, SH Perjuangkan Hak Perempuan Lewat Pintu Legislatif

Melolo, Sumba Pembaharuan.com – Budaya patriaki yang masih kuat dan dominan serta menempatkan kaum perempuan sebagai makhluk nomor dua hingga kini masih kuat dalam konteks budaya Sumba Timur. Kaum perempuan khususnya di daerah pedesaan belum bisa mengakses peluang dan kesempatan secara kualitatif dalam proses pengambilan keputusan. Keterlibatan kaum perempuan dalam ruang publik masih terbatas. Selain karena faktor budaya, kendala psikologis juga masih dialami kaum perempuan untuk berkiprah di ranah politik, atau setidaknya untuk memperjuangkan hak-hak mereka dalam semua sektor kehidupan. Kepedulian negara terhadap kaum perempuan sudah nampak dalam berbagai regulasi yang memberikan ruang bagi kelompok ini untuk berkiprah tidak hanya dalam ranah domestik seperti yang dilakoni selama ini, tetapi juga dalam ranah publik, termasuk dalam ranah politik. Hal ini terwujud dengan adanya Undang-Undang Pemilu yang mempersyaratkan partai-partai politik untuk mengakomodir 30% keterwakilan kaum perempuan sebagai Calon Anggota Legislatif, baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.

Oktavina Tanda, SH adalah seorang sosok ibu rumah tangga yang tampil sebagai salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada Pemilu Legislatif 2014 melalui pintu PDIP, dengan Nomor Urut 7 untuk Daerah Pemilihan Sumba Timur I. Bagi wanita kelahiran Waingapu 8 Oktober 1966 ini, kaum perempuan harus berani tampil dalam kancah politik karena perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum pria. Lebih jauh menurut anak pertama dari 8 bersaudara pasangan Martinus W. Tanda dan Frederika Uru Emu ini, dirinya tampil untuk merintis jalan bagi perjuangan kaum perempuan Sumba Timur agar tidak takut dengan trend politik yang ada. “Meskipun baru pertama kali tampil dalam pertarungan kursi sebagai wakil rakyat, namun bagi saya terjun ke dunia politik merupakan panggilan jiwa untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan sekaligus memberikan pendidikan politik bagi kaum saya untuk tidak takut dengan dunia politik. Selama ini saya melihat politik seolah-olah hanya milik kaum laki-laki. Padahal tujuan politik adalah untuk kesejahteraan semua orang baik itu pria maupun kaum wanita. Budaya kita masih menempatkan perempuan sebagai makhluk nomor dua, padahal semua memiliki hak yang sama. Dan saya maju sebagai Caleg bukan sekedar memenuhi syarat keterwakilan perempuan dalam partai, pelengkap atau sekedar memenuhi kuota semata, tetapi untuk sebuah visi agar ke depan kebijakan yang dirancang harus dapat dinikmati secara adil dan mempunyai dampak pada kaum perempuan terutama di sektor ekonomi rumah tangga yang selama ini sangat dirasakan kaum perempuan sebagai penerima dampak langsung dari sebuah kebijakan publik” ungkap Oktavina Tanda.

Pernyataan dan komitmen istri dari Yudi Yusuf Lobo ini bukanlah pernyataan verbal tanpa makna. Setidaknya ia telah merintis jalan untuk sesamanya kaum perempuan untuk terlibat aktif dalam ranah publik. Berdasarkan rekam jejak pengalaman hidup dan perjalanan karir politiknya, Oktavina Tanda pernah menjadi tenaga pendamping program Inpres Desa Tertinggal (IDT) Kabupaten Sumba Timur Tahun 1996-2000 (Kel. Prailiu), Pengurus (bendahara) Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kabupaten Sumba Timur dari tahun 2011 sampai dengan sekarang dan merangkap sebagai Direktris Utama CV. Charisma Pratama. Sementara itu di bidang politik, Oktavina menjabat sebagai Bendahara PAC PDIP Kecamatan Kambera dan Pengurus (Bendahara) GEMA SARINA, organisasi sayap PDIP selama 10 tahun terakhir hingga saat ini. Disamping itu, Oktavina juga aktif di Lembaga Kualisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumba Timur. (Yudi)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Kesetaraan Gender, Politik dan tag . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s