Allah yang Memiliki Rencana Agung dalam Memelihara UmatNya

Nats        : Kejadian 50:15-21
Tema       : Allah yang Memiliki Rencana Agung dalam Memelihara UmatNya

Memasuki tahun 2014 ini sampai dengan bulan ketiga maka bangsa kita mengalami masalah yang bertubi-tubi.  Masalah tersebut antara lain banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, gempa bumi, dan kecelakaan-kecelakaan.  Musibah ini hampir melanda seluruh wilayah di nusantara dan banyak sekali saudara-saudara kita yang menjadi korban baik jiwa, dan harta.

Dalam persoalan seperti inilah menjadi moment untuk kita kembali melihat akan rencana agung Allah dalam memelihara umatNya.  Dalam nats Firman Tuhan yang kita baca mengungkapkan rencana agung Allah dalam memelihara Yusuf.  Yusuf pada masa lalu dijual oleh saudara-saudaranya dan peristiwa ini sangat menyakitkan.  Namun Yusuf dapat melewati itu semua dan ia dapat melihat bahwa Allah memiliki rencana yang agung dalam memelihara hidup umat Nya termasuk kita. 

Pertama, Tidak Mendendam (ayat 15).  Mendendam adalah menyimpan kesalahan orang lain dengan penuh geram dan kebencian serta berharap untuk membalaskan perbuatan tersebut.  Sejak awal saudara-saudara Yusuf telah membenci Yusuf karena kelebihannya sehingga saudara-saudaranya menjual Yusuf kepada orang Ismael (Kejadian 37:1-36);  Yusuf juga difitnah oleh isteri Potifar padahal Yusuf tidak bersalah. Bahkan ia akhirnya dipenjara (Kej. 39).

Dalam penjara, juru minum Raja Firaun yang dibantu oleh Yusuf juga melupakan Yusuf dalam waktu yang lumayan lama (Kejadian 40). Dari semua peristiwa yang menyakitkan ini, sebenarnya Yusuf pantas untuk sakit hati, kecewa, marah, dan geram, serta dendam.  Namun Yusuf tetap tenang dan tidak membalas.  Dari teladan hidup Yusuf yang tidak pernah mendendam ini maka dia dapat melihat rencana agung Allah.  Ini dapat dilihat dalam sikap Yusuf yang menanggapi permintaan saudaranya untuk mengampuni saudara-saudaranya (ayat 17). Yusuf malah menangis.  Hal ini menunjukkan bahwa di dalam hati Yusuf sendiri, niat untuk membalas tersebut tidak ada.

Kedua, Mengenal Allah (ayat 19-20).  Yusuf yang menerima permintaan saudara-saudaranya untuk tidak menghukum mereka meskipun pada masa lalu mereka telah menjual Yusuf.  Pada bagian ini Yusuf berkata “apakah aku ini Allah?”  Maksudnya disini adalah, Yusuf bukan Allah yang menghakimi orang yang bersalah tetapi Yusuf hanya manusia biasa.  Hal ini memberikan bukti pertama bahwa Yusuf mengenal dirinya sendiri dan keterbatasan dirinya.  Pemahaman ini didasarkan pada pengenalan Allah terlebih dahulu.  Allah dalam pemahaman Yusuf adalah Allah yang pengasih, Allah yang baik, Allah yang adil yang telah memelihara dia pada saat kesusahan-kesusahan yang dialami.  Pengakuan Yusuf ini bukan hanya pengakuan imannya tetapi pengakuan yang didasarkan pada pengalaman yang nyata yang ingin disaksikannya.

Ketiga, Hidup di dalam Kasih (21). Hidup di dalam kasih merupakan bukti real di dalam sikap dan perilaku orang Yusuf.  Dalam bagian ini diungkapkan mengenai bagaimana sikap Yusuf menanggapi segala kepura-puraan saudara-saudaranya yang berbohong dalam mengajukan pengampunan dan dalam merendahkan diri.  Di sini Yusuf berjanji akan memelihara hidup mereka selama masa kelaparan yang masih panjang tersebut.  Sungguh contoh dan teladan hidup yang luar biasa yang ditunjukkan oleh Yusuf di sini.  Segala perilaku saudara-saudaranya sebelumnya yang menyakiti dia tidak dihitung-hitung.  Apalagi saat ini dia telah menjadi pejabat, namun yang dilakukan Yusuf
adalah tetap mengasihi saudara-saudaranya bahkan anak-anak mereka.  Sungguh satu sikap kasih yang ditunjukkan.  Sikap kasih Yusuf inilah yang membawa dia mengerti akan rencana Agung Allah dalam kehidupannya.

Allah memiliki rencana agung bagi setiap kita.  Dalam Yeremia 11:29 dikatakan bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera.  Dari teladan hidup Yusuf kita dapat mengenal rencana Agung Allah dalam hidup kita.  Teladan tersebut adalah tidak mendendam, hidup mengenal Allah, dan hidup dalam kasih.  Hiduplah senantiasa dalam rencana Agung Allah dalam memelihara umatNya.  AMIN. (ar)

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s