Karya Allah yang Sederhana Bagi Umat-Nya

Nats        : Hakim-hakim 7:19-25
Tema      : Karya Allah yang Sederhana Bagi Umat-Nya

Pendahuluan:
Kita semua pasti punya persoalan dan pergumulan baik itu besar-kecil, lama dan cepat.  Namun sebenarnya bagi Tuhan itu semua biasa seperti diungkapkan dalam I Kor. 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Dalam bagian Firman Tuhan ini kita dapat melihat bagaimana kesetiaan Allah dalam menolong bangsa Israel umatNya.  Bangsa Israel sedang dalam persoalan seperti yang tertulis dalam Hakim-hakim seperti berikut:

  1. Tujuh tahun diperangi bangsa Midian (Hak. 6:1).
  2. Bangsa Israel sangat takut sehingga menyingkir ke gunung, gua-gua, dan kubu-kubu gunung (Hak. 6:2).
  3. Bangsa Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur senantiasa menjarah/memusnahkan hasil tanah, bahan makanan, domba, lembu, dan keledai (Hak. 6:3-4).
  4. Bangsa Israel menjadi sangat melarat (Hak. 6:6).

Dari kesukaran ini maka Allah datang menyelamatkan bangsa Israel.  Hal ini disebabkan karena mereka datang berseru kepada Allah (Hak. 6:6).  Allah benar-benar mendengar doa bangsa Israel.  Melalui pemilihan Gidieon, Allah datang melepaskan bangsa Israel.

Kita akan bahas satu tema dari Firman Tuhan ini yaitu “Karya Allah yang sederahana bagi umatNya”.  Maksudnya disini adalah, Allah itu sanggup dengan cara yang sangat sederhana untuk datang menolong umatNya.  Jadi, tidak diperlukan cara yang sulit bagi pandangan dan pikiran kita mengenai Allah yang menolong kita.  Sebab, dengan cara yang sederhana saja, Allah sanggup menolong segala persoalan kita.

1.     Karya sederhana Allah yang pertama adalah Allah memakai Kekuatan yang sederhana (Hak. 7:2-7). 

Pasukan Israel yang dipilih Gidion dari antara orang Israel pada mulanya ada 32.000 orang.  Kemudian disuruh Tuhan untuk mengurangi menjadi 10.000.  Namun bagi Tuhan masih banyak, hingga tinggal 300 orang.  Tuhan menyetujui jumlah ini untuk melawan bangsa Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur.  Padahal bangsa Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur ini jumlahnya sangat luar biasa banyaknya.  Dalam Hak. 7:12 diungkap jumlah musuh ini yaitu seperti belalang dan unta mereka seperti pasir di tepi laut.  Bayangkan jumlah 300 orang melawan orang Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur yang jumlahnya seperti belalang dan untanya seperti pasir di tepi laut?  Namun dengan kekuatan sederhana yang Allah bentuk ini, musuh dapat dikalahkan.  Jadi Allah tidak perlu menyediakan pasukan yang sama dengan yang dimiliki oleh musuh untuk dapat mengalahkannya.  Allah hanya membutuhkan kekuatan yang sangat sederhana.

Oleh sebab itu, apapun persoalan kita dan seberapapun beratnya.  Bagi Allah hanya diperlukan kekuatan yang sederhana untuk menyelesaikan itu.  Bukankah dalam I Korintus 10:13 dikatakan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan yang biasa?

2.    Karya sederhana Allah yang kedua adalah: Allah menggunakan alat yang sederhana (Hak. 7:16). 

Diungkapkan pada bagian ini bahwa ketiga ratus orang yang terpilih oleh Allah melalui Gideon diperlengkapi dengan sangkakala, buyung kosong, dan dengan suluh.  Dapat diketahui sama sekali disini tidak terdapat senjata tajam.  Bukankah alat ini adalah sangat sederhana?  Bisa dibayangkan persenjataan yang dimiliki oleh bangsa Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur?  Pasti persenjataan mereka sangat lengkap. Namun apa yang terjadi dengan alat-alat yang sederhana ini bangsa Israel bisa menang.  Pada Hak. 7:20 baru ada ungkapan “”Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!”  Baru pada bagian ini ada ungkapan mengenai pedang.  Inipun ungkapan iman, bukan pedang benaran.  Artinya alat sederhana yang dimiliki bangsa Israel diurapi dengan iman akan Allah.  Sehingga yang terjadi, alat sederhana yang dimiliki dapat mengalahkan musuh. Bagi Allah tidak perlu alat-alat yang canggih untuk menolong umatNya yang sedang bermasalah.  Karena alat yang sederhanapun Allah sanggup untuk menolong umatNya.  Apakah persoalan itu mustahil? Bagi Allah tidak ada yang mustahil.  Tidak perlu repot untuk mencari alat yang canggih dalam menyelesaikan persoalan kita.  Karena bagi Allah alat-alat yang sederhana disekitar kita dapat dipakai untuk menyelesaikan persoan kita.

3.    Karya sederhana Allah yang ketiga adalah: Allah menggunakan cara yang sederhana (Hak.
7:19-21).

Dalam ayat ini diungkapkan bagaimana Allah menggunakan cara yang sederhana dalam mengalahkan bangsa Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur.  Diungkapkan bahwa bangsa Israel hanya meniup sangkakala, buyung dipecahkan, obor dinyalakan, serta berserau “pedang demi Tuhan dan Gideon”.  Selanjutnya, bangsa Israel hanya berdiri di tempat dan memandang musuh.  Apa yang terjadi dengan bangsa Midian, Amalek, dan bangsa dari Timur?

Mereka saling membunuh satu dengan yang lain, sehingga mereka dikalahkan oleh Gideon dan pasukan Israel yang 300 orang.  Dalam hal ini dapat dilihat bahwa Allah menggunakan cara yang sederhana namun musuh dapat dikalahkan.  Jadi tidak perlu menggunakan cara yang sulit dan sukar untuk menyelesaikan masalah orang israel.  Misalkan bangsa Israel beradu senjata tajam dengan musuh.  Disini tidak diungkapkan demikian, karena bangsa Israel hanya menonton dan melihat musuh yang kacau dan saling membunuh.  Allah hanya membutuhkan cara yang sederhana dalam menyelesaikan umatNya.  Tidak perlu cara yang rumit dan sukar untuk dapat menyelesaikan persoalan dan masalah umatNya.

Kesimpulan:

Bagi kita orang percaya, Allah dapat bekerja dengan cara yang sederhana.  Sesulit apapun, bagi Tuhan itu tetaplah sederhana.  Asalkan kita tetap mengandalkan Tuhan dan percaya kepadaNya dalam segala hal.  Karena bagi Allah ia sanggup menyelesaikan persolan dan masalah kita dengan karyaNya yang sederhana.  Amin. (ar)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s