Benarkah di Desa Umalulu, Kabupaten Sumba Timur Terjadi Kecurangan Pileg?

Melolo, 20 April 2014. Sumbapembaharuan.com. Sejumlah isu yang berkembang di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, terkait adanya indikasi kecurangan Pemilu Legislatif 9 April 2014 mulai dari penggelembungan suara, adanya petugas KPPS yang digantikan pada hari H-1, dan petugas KPPS berinisial B yang melakukan mengambil alih pencoblosan yang sebenarnya merupakan hak warga, serta adanya pemalsuan tanda tangan oleh oknum anggota KPPS, ternyata sudah merupakan rahasia umum.

Pemilu 1Selain isu-isu tersebut, ada isu lain yang berkembang yaitu peti Pemilu Legislatif  pada KPPS 3 Desa Umalulu yang berada dalam keadaan rusak sehingga beberapa warga mempertanyakan keabsahannya. Akibat dari isu ini, pada Pleno di tingkat PPK, beberapa warga dan saksi Partai menggagalkan rencana penghitungan suara. Petugas PPK dan warga (saksi) menghendaki agar Peti Pemilu Legislatif tersebut diamankan ke Polsek terdekat. Namun demikian, pihak Kepolisian, dalam hal ini oknum anggota Polsek Umalulu, menolak permintaan pengamanan karena dinilai belum memenuhi unsur pelanggaran Pemilu mengingat hingga saat itu pihak Panwaslu belum memberikan rekomendasi.

Umbu Tomi, salah seorang warga Desa Watu Puda, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur kepada media sumbapembaharuan.com mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya tidak benar kalau peti pemilu legislatif dari desa Umalulu dibuka untuk dilakukan penghitungan suara (Pleno) sebelum Panwaslu Kabupaten menyikapi laporan masyarakat. Lebih jauh lagi, menurut Tomi, ada pengaduan yang disampaikan oleh Sri, salah seorang anggota KPPS dari Desa Umalulu bahwa dirinya (Sri) dipaksa berhenti dari tugasnya sebagai anggota KPPS pada H-1 pemilu legislatif oleh Kepala Desa Umalulu dengan menyerahkan uang Rp 100.000,- sebagai upah kerjanya selama menjadi anggota KPPS.

Pemilu 2Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa warga Desa Watu Puda pada media sumbapembaharuan.com. Menurut mereka dalam kasus yang sama seorang Petugas KPPS 3 Desa Umalulu melakukan pencoblosan surat suara yang merupakan kewenangan warga. Padahal menurutnya warga hanya meminta petunjuk cara pencoblosan. Ditambahkan bahwa pada saat pencoblosan ada keanehan dari oknum anggota KPPS tersebut karena pada saat warga ingin meminta petunjuk ketika melakukan pencoblosan, anggota KPPS lain dilarang yang mendampingi warga.

Sayang, Sri, salah seorang anggota KPPS 3 desa Umalulu yang diisukan dikeluarkan oleh Kepala Desa Umalulu pada saat H-1 pemilihan legislatif hendak tidak bisa ditemui di kediamannya. Namun yang bisa ditemui hanyalah  Ketua PPS Umalulu yang biasa disapa “Ama Radja”. Pada saat dikonfirmasi terkait isu adanya pelanggaran pemilu di KPPS 3, menurut Ama hal tersebut   tidaklah benar, karena selama proses pemilu legislatif tidak ada laporan dari saksi ataupun warga kalau ada kecurangan pemilu. Dijelaskannya juga kalau pemberhentian Sri anggota KPPS 3 Desa Umalulu sudah melalui hasil kesepakatan semua anggota KPPS dan PPS karena menurutnya Sri tidak bisa bekerja secara maksimal. Apalagi ketika ketua KPPS memberikan tugas membagikan undangan untuk pemilihan Legislatif  Sri tidak bisa menjalankannya karena alasan ada anak yang masih kecil, kata Ama.

Terkait adanya isu kalau Kepala Desa Umalulu melakukan pemberhentian Sri dari anggota KPPS 3 dengan menyerahkan uang Rp 100.000,- sebagai upah kerja, menurut Ama tidak benar karena yang melakukan pemberhentian pada saat itu adalah Ama, berdasarkan pengaduan dari anggota KPPS yang lain. Menurutnya, juga tidak benar kalau Kepala Desa Memberikan uang Rp 100.000,- sebagai upah kerjanya.

Jecky Hamanai, Kepala Desa Umalulu, Kabupaten Sumba Timur  yang kebetulan berada di rumah Ketua PPS Umalulu ketika di konfirmasi terkait adanya isu pelanggaran pemilu yang mendiskreditkan dirinya, menyangkali kebenaran informasi tersebut. Menurut Jeky, dia tidak punya wewenang untuk memecat atau memberhentikan Sri dari tugasnya sebagai anggota KPPS 3. Dia memang mendapat informasi dari ibu Naomi Ketua KPPS 3 kalau Sri tidak bisa melaksanakan tugas semaksimal mungkin, dan dia hanya bilang cari saja orang lain kalau memang Sri tidak bisa melaksanakan tugas secara baik, mengingat efeknya pada pemilu legislatif. Jeky juga membenarkan kalau dirinya sempat memberikan uang Rp 100.000,- tapi uang tersebut bukan sebagai upah kerja melainkan semata-mata prihatin kepada Sri agar dengan uang itu dapat membelikan susu buat anaknya. Namun uang tersebut ditolak oleh Sri. Menurut Jeky, dia sama sekali tidak takut kalau ada orang lain yang menfaatkan hal tersebut, apalagi membawa kasus tersebut kerana hukum, karena saya dia akan siap melawannya.

Naomi Bole, ketua KPPS 3 Desa Umalulu, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur yang kebetulan berada di tempat yang sama yakni di rumah ketua PPS Umalulu ketika dikonfirmasi membantah semua isu yang yang dialamatkan baik kepada Kepala Desa Umalulu maupun kepada oknum anggota KPPS yang melakukan pencoblosan surat suara yang menjadi hak warga. Namun demikian, ketika ditanya adanya indikasi  pemalsuan tanda tangan Sri, anggota KPPS yang dikeluarkan pada H-1 pemilu Legislatif , Naomi menyatakan tidak tahu kalau hal itu ada dampak hukumnya mengingat semua petugas KPPS 3 desa Umalulu awam hukum.

Namun apa pun adanya, hal seperti ini perlu dikembalikan kepada Panwaslu Kabupaten untuk menyikapi dan segera menindaklanjuti terkait laporan warga mengenai adanya indikasi pelanggaran pemilu, dan memberikan suatau kepastian hukum apakah hal seperti ini sudah dikategori sebagai pelanggaran pemilu ataukah sebaliknya. Paling tidak Panwaslu segera merekomendasikan kepada Pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, atau kalau Panwaslu tidak segera memberikan kepastian hukum agar proses pesta rakyat yang sudah berjalan dengan tenang dan damai jangan dilumuri oleh kepentingan oknum tertentu. (Paul SP)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Hukum & Kriminal, Politik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s