Kurang Puas atas Hasil Pleno PPK Kambera, Amos Layangkan Surat Aduan ke Panwaslau Kabupaten

Melolo 22 April 2014, Sumba Pembaharuan.com. Merasa kurang puas atas hasil

Surat Aduan Amos Mandja Landupraing

Surat Aduan Amos Mandja Landupraing

pleno Kecamatan Kambera, Amos Mandja Landupraing, S. Sos. Caleg no. Urut 4 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dapil 1 Kabupaten Sumba Timur, melayangkan surat aduan ke Panwaslu Kabupaten Sumba Timur. Dalam surat aduannya Amos menjelaskan bahwa pihaknya telah dirugikan akibat penggelembungan suara untuk caleg DPRD Kabupaten Sumba Timur benomor urut 6 (enam) dari PDIP atas nama Melkianus Nara.

Lebih detail dalam suratnya dijelaskan bahwa pada TPS 2 kelurahan Mauliru, suara yang tertulis untuk Melkianus Nara adalah 24 dan di TPS 4 Kelurahan Wangga tertulis 9 padahal sebenarnya keduanya 0. Sebagai bahan pertimbangan untuk Panwaslu, bersama dengan surat aduannya Amos menyertakan Lampiran C1 DPRD Kabupaten/Kota – TPS 2 Mauliru dan C1 DPRD Kabupaten/Kota – TPS 4 Kelurahan Wangga.

C1 versi Amos Mandja Landupraing

C1 versi Amos Mandja Landupraing

Terkait dengan laporan Amos Mandja Landupraing, S.Sos ke pihak Panwaslu, banyak pihak yang merasa keberatan. Laporan Amos tersebut menggunakan model C1 yang berlogo padahal kenyataannya model C1 yang berlogo hanya dipegang oleh KPU Kabupaten, tegas Marthinus Tadoe, ketua Panwaslu Kecamatan Kambera. Lebih jauh dikatakan bahwa pengaduan Amos ke Pihak Panwaslu Kabupaten tidaklah berdasarkan model C1 yang dipegang oleh KPPS, Saksi serta Panwaslu Kecamatan. Menurut Marthinus, pihaknya telah melakukan cross check dengan data dari model C1 yang dipegang oleh saksi Partai, KPPS, maupun PPL (Panitia Pengawas Lapangan) dan ternyata semua data yang ada dalam C1 tersebut sama dan tidak ada yang berbeda. Dengan demikian, pada saat di Pleno di PPS (Kelurahan), PPK (Kecamatan) tidak ada masalah atau keberatan yang muncul ke permukaan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Deni Pandanga, Ketua Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran di Kecamatan Kambera. Menurutnya, data C1 yang dipegang oleh KPPS, saksi, dan PPL sudah sama. Dengan demikian, Deni membantah kalau 24 suara pada TPS 2 Mauliru untuk Melkianus Nara didapatkannya dengan cara yang tidak syah seperti diklaim Amos Mandja Landupraing. Ke-24 suara yang diperoleh Melkianis Nara sudah sesuai dengan data yang tercatat pada model C1 yang dipegang oleh KPPS, Saksi Partai, dan PPL Kecamatan, sehingga sudah syah. Lebih jauh lagi, keabsahannya telah diakui pada Pleno di tingkat Kelurahan, Kecamatan, hingga ke Kabupaten, sehingga Deni menganggap keputusan tersebut sudah mutlak dan syah.

C1 versi KPPS

C1 versi KPPS

Berbeda dengan informasi dari Deni, kepada Media Online sumbapembaharuan.com, H (salah satu sumber yang tidak mau disebut namanya) mengatakan bahwa berdasarkan hasil C1 yang diperolehnmya dari salah seorang saksi Partai, ada perbedaan yang sangat signifikan antara hasil C1 dan hasil Pleno PPK. Dijelaskannya, berdasarkan hasil C1 versinya, secara total Melkianus Nara mendapatkan 508 suara di Kecamatan Kambera, sedangkan Amos Mandja Landupraing 358; di Kecamatan Kota Melkianus Nara memperoleh 103 suara dan Amos Mandja Landupraing mendapatkan 260 suara. Jadi total perolehan suara untuk Melkianus Nara adalah 611 dan Amos Madja Landupraing adalah 618 suara. Hasil ini bertentangan dengan hasil Pleno PPK (Kecamatan), yang memenangkan Melkianus Nara, dengan perolehan di Kecamatan Kambera sebanyak 540 dan Amos Mandja Landupraing sebanyak 352; di Kecamatan Kota, Melkianus Nara mendapatkan 114 suara dan Amos Mandja Landu Praing mendapatkan 294 suara, sehingga total Perolehan suara Melkianus Nara adalah 654 dan Amos Mandja Landupraing adalah 646. Menurut H, perbedaan hasil Pleno dengan hasil model C1 yang diperolehnya dari Saksi Partai sangat besar.

Namun apa pun terjadi, semua informasi ini belum tentu benar dan masih harus diverifikasi. Karena itu, sudah sepantasnya Panwaslu Kabupaten menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, sehingga masyarakat segera mengetahui mana informasi yang benar dari semua informasi yang beredar. Dengan demikian, tidak ada lagi dusta di antara Calon Legislatif, karena merekalah yang menjadi pengawal perubahan untuk Sumba Timur ke depan. (Mr.P SP.com)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Politik. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kurang Puas atas Hasil Pleno PPK Kambera, Amos Layangkan Surat Aduan ke Panwaslau Kabupaten

  1. Ping balik: Diduga Oknum Anggota KPUD SUMTIM Bocorkan Rahasia Negara | Sumba Pembaharuan

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s