Diduga Meninggal Karena Warisan; Laporan Warga Terkait Kematian Yohanis Okapupur, Perlu Ditinjau Kembali

Melolo, 07/05/2014. Laporan Warga Ke Polsek Umalulu terkait Kematian Yohanes Okapupur, Warga RT Waitumba, Desa Watuhadang, kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur 03/04/2014, perlu ditinjau kembali. Hingga saat ini istri korban tidak pernah mendapatkan laporan perkembangan pemeriksaan dan keluarga bertanya-tanya sejauh mana sebenarnya tindakan Kepolisian terkait laporan tersebut.

KTP Yohanes

KTP Yohanes Okapupur

Adriana Wila Huki, istri korban, kepada media online sumbapembaharuan.com, mengeluh karena hingga berita ini diturunkan, menurutnya tidak ada upaya Kepolisian dari Polsek Umalulu menindaklanjuti laporan tersebut. Padahal laporan ini sudah disampaikan sejak tanggal 03 April 2014. Menurutnya, ada kejanggalan dari kematian Yohanis Okapupur (suaminya), karena setahunya suaminya sudah berumur  kurang lebih 65 tahun, dan tidak pernah lagi naik pohon. Pohon pinang yang diduga menjadi pemicu kematian Yohanis sangat tinggi sehingga tidak mungkin dijangkau oleh orang setua suaminya. Di samping itu, pohon pinang tersebut juga bukan miliknya.

Adriana Wila Huki,

Adriana Wila Huki,

Dijelaskannya, suaminya berangkat dari rumah sekitar Pukul 10.00 pagi dan berpamitan mau ke kebun untuk menanam jagung. Namun pada pukul 15.00 WITA, Hanaulu Mbera datang memberitahukan kalau Yohanis (suaminya) mati karena tertimpa pohon pinang, Menurut Adriana, Mbera mengatakan sempat melihat kejadian tersebut dan membantu mengangkat pohon pinang yang menimpa badan Yohanis (suaminya). Menurut Adriana, pada saat pergi ke tempat kejadian, ia mendapati batang pinang tersebut sudah jauh dari tempat korban.Yang lebih aneh lagi menurut Adriana, setelah penguburan suaminya, rumahnya menjadi tidak nyaman lagi karena setiap malamnya mendapat lemparan batu dari orang-orang dekat atau keluarga dekat suaminya di antaranya Kambaru Windi (Waitumba), Nduang (Waitumba), Marten D (Rindi), dan Kalindi (Kayuri). Keempat orang tersebut yang menjadi pelaku pelemparan rumah milik Janda Yohanis Okapupur, yang masih keluarga dekat korban sudah berdamai pada tanggal  03/05/2014).

Anus Lappa, seorang yang ikut ke Tempat Kejadian Perkara, menjelaskan kalau ia juga sempat merasakan dan melihat ada kejanggalan dari kematian Yohanis Okapupur. Menurutnya, daun pohon pinang yang diduga sebagai pemicu kematian Yohanis Okapupur sudah layu dan menguning dan diperkirakan sudah dua atau tiga hari tumbang, serta cukup tinggi dan tidak mungkin bisa dijangkau oleh orang setua Yohanis Okapupur. Pintalan tali pisang yang diduga dipakai korban untuk naik pohon tersebut, masih baru dan belum ada tanda-tanda pernah dipakai orang. Menurut Anus Lappa, bukan dia sendiri saja yang merasakan keanehan tersebut.Yang lain yang merasakan keanehan tersebut adalah, Tay Manggea, Luta Lapu, Taga Hea, Yacob Huki dan orang-orang lain yang tidak disebutkan berada bersama-samanya di Tempat Kejadian Perkara pada saat itu.

Menurut salah satu sumber yang namanya tidak mau dimediakan, kalau benar penyebab kematian Yohanis Okapupur bukan akibat jatuh dari pohon pinang, berarti bisa diduga kalau ini hanya masalah harta warisan. Sebelum ajalnya, Yohanes Okapupur sudah mempunyai banyak lahan kering, sawah, serta traktor, hewan peliharaan dan lain sebagainya. Namun korban tidak mempunyai anak, dan bisa dibanyangkan, menurutnya, kalau Yohanis meninggal pasti hartanya akan menjadi rebutan.

Kapolsek Umalulu, AKP Palus Ngala, ketika dikonfirmasi media online sumbapembaharuan.com, membenarkan kalau ada laporan warga tersebut, dan mengatakan bahwa anggota Kepolisian dari Polsek Umalulu sudah ke TKP (tempat kejadian perkara) pada saat itu serta dirinya mendapat laporan kalau kematian itu murni kecelakaan. Ditambahkannya, kalau warga merasa kurang puas, mereka dipersilahkan membuat laporan ulang, dan kepolisian siap menindaklanjutinya. MR, sp.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Hukum & Kriminal. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s