Pelaku Pelemparan Rumah Milik Janda Yohanes Okapupur buat surat pernyataan

Surt Pernyataan AtasSurt Pernyataan Bawah.jpgMelolo. 9 Mei 2014. Kejadian pelemparan rumah milik Janda Yohanis Okapupur sempat membuat geger  warga RT, Waitumba, Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Pelemparan terjadi 3 (tiga) hari setelah acara
penguburan, yakni pada tanggal 08/04/2014, sehingga kuat dugaan pelempar rumah tersebut ada kaitanya dengan meninggalnya Yohanis Okapupur menurut warga. 

Menurut warga, keempat oknum pelaku pelemparan rumah milik Janda Yohanis Okapupur, yakni  Kambaru Windi (Waitumba), Nduang (Waitumba), Marten D (Rindi), dan Kalindi (Kayuri), kedapatan di TKP (Tempat Kejadian Perkara)  sedang mengadakan kompromi, dan setelah warga melaporkan ke Ketua RT Waitumba, akhirnya mereka mengaku kalau merekalah otak pelemparan rumah tersebut.

Adriana Wila Huki, kepada media online sumbapembaharuan.com, mengaku setelah keempat oknum tersebut dipergoki, tidak ada lagi kejadian pelemparan rumah. Menurutnya kejadian pelemparan rumah tersebut sebelumnya sudah dilaporkan ke Polsek Umalulu, namun oknum anggota bernama Beni meminta Adriana mengurusnya di tingkat RT saja. Akibatnya kejadian pelemparan rumah terus berlanjut sampai ke empat oknum pelemparan rumah dipergoki warga.

Pertemuan AtasHal yang sama juga diungkapkan Yakob Huki kepada media online sumbapembaharuan.com, menurutnya setelah semalam suntuk mete (bergadang), akhirnya mereka memergoki ke empat oknum tersebut sedang berkompromi. Tidak jelas apa yang dikomprominya, namun untuk lebih jelasnya keempat oknum tersebut dilaporkan ke ketua RT Waitumba, Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Akhirnya mereka membuat pengakuan kalau merekalah yang melempar rumah milik Janda Yohanis Okapupur.

Pertemuan BawahKetua RT Waitumba kemudian meminta keempat oknum pelemparan rumah tersebut untuk membuat suatau pernyataan damai yang disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak dengan mengetahui Kepala Desa Watuhadang sendiri. Sabtu 03/05/2014 diputuskan sebagai puncak acara perdamain tersebut.

Kepala desa Watuhadang, Hina Karatika yang sekaligus bertindak sebagai pemandu acara perdamaian menegaskan kepada keempat oknum pelemparan rumah milik Janda Yohanis Okapupur yakni, Kambaru Windi (Waitumba), Nduang (Waitumba), Marten D (Rindi), dan Kalindi (Kayuri) untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya yang meresahkan warga. Sebagai bentuk keseriusan janji, mereka diminta membuat pernyataan bermaterai yang antara lain berisi janji untuk langsung diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, seandainya mereka melakukannya lagi.

Bunga Gete, salah saksi perdamaian, menyatakan bahwa para pelempar tidak boleh lagi melakukan perbuatan yang sama kepada rumah siapapun. Menurutnya hal ini penting agar mereka menyadari yang dilakukannya sudah membuat resah warga. Gete juga menegaskan bahwa, surat pernyataan tersebut dibuat dengan kesadaran penuh tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga. JN, sp.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Hukum & Kriminal. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s