Para Pegiat Lingkungan Perlu Mempertimbangkan Kembali Kebiasaan Rokok Mereka

Melolo. 12 Mei 2014. Hal yang saat ini dianggap modern bisa jadi di masa depan dianggap kuno dan ditinggalkan. Sudah ada contoh yang sedang terjadi di sekitar kita antara lain, pertanian yang dulu menggunakan pupuk dianggap paling baik sekarang perlahan-lahan digantikan dengan pertanian organik. Hal yang sama mungkin akan berlaku untuk puntung rokok. Para ahli mengusulkan untuk memberlakukan pelarangan terhadap puntung rokok.

Menurut sebuah ulasan yang dibuat Springer, salah satu penerbit bidang kedokteran, sains dan teknologi, serta obat-obatan; puntung rokok dan produk tembakau lainnya merupakan sampah yang paling banyak dipungut saat dilakukan pembersihan kota dan pantai di seluruh dunia. Diperkirakan 4.5 sampai 6 miliar sisa rokok yang terjual di seluruh dunia tidak masuk kotak sampah tetapi dibuang secara sembarangan.

Sampah yang mengandung tembakau (termasuk puntung rokok) juga mengandung racun yang sama dengan yang dikandung rokok dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan mata air. Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia yang dikandung rokok seperti arsenik, nikotin, timah hitam dan etil fenol dapat tercuci ke dalam garam dan air tawar dan sangat beracun bagi mikroorganisme air dan ikan.

Di samping menghasilkan racun, puntung rokok yang terbuat dari plastik membawa masalah sendiri karena terbuat dari bahan yang tidak dapat mengalami pelapukan alami.

Jonathan Samet dari University of Southern California memberikan masukan kepada anggota DPR di Negara Bagian California Amerika Serikat bahwa “…selama setengah abad sudah jelas bahwa penyaring dalam rokok sedikit sekali berpengaruh terhadap risiko merokok.”

Kalau analisa itu benar, maka supaya konsisten, pegiat lingkungan perlu memperhitungkan kembali kebiasaan merokok mereka. Kalau tidak bisa berhenti merokok, mungkin mereka perlu menggunakan rokok tradisional tanpa penyaring dan tidak membuang sedikitpun tembakau ke alam. Opsi lain adalah melakukan daur ulang terhadap puntung rokok. DAD. Sp.com

Diadaptasi dari situs resmi Springer

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s