Pilih Kasih Dalam Keluarga Meningkatkan Resiko Penyalahgunaan Obat-Obatan Pada Remaja

ice cream 8

Jansen dan dua putrinya

Melolo, 15 September 2014. Sebuah penelitian yang dilakukan Professor Alex Jensen dari Brigham Young University terhadap 282 keluarga yang mempunya anak remaja menujukkan bahwa perilaku pilih kasih dalam keluarga merupakan hal yang kompleks. Namun demikian, penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Family Psychology tersebut menegaskan beberapa hal penting.

Pertama, dalam keluarga yang hubungan antar anggota keluarganya tidak terlalu dekat, perilaku pilih kasih orang tua terkait erat dengan alkohol, rokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang oleh anak yang tidak menjadi favorit dalam keluarga. Anak-anak ini memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi untuk berurusan dengan barang terlarang tersebut. Namun resiko tersebut meningkat menjadi 3,5 kali lipat seandainya perbedaan perlakuan antara anak yang disukai dengan anak yang tidak disukai terlalu besar.

Hal kedua yang menjadi catatan adalah bahwa yang berpengaruh sebenarnya adalah persepsi anak-anak terhadap perlakuan orang tua, bukan apa yang sebenarnya dilakukan orang tua. Orang tua boleh memperlakukan anak tanpa membeda-bedakan. Namun kalau perlakuan orang tua dianggap anak sebagai tidak adil dan lebih menyukai saudaranya yang lain, maka resiko itu ditemukan. Sebaliknya kalaupun ada perbedaan perlakuan antar anak dalam keluarga, tetapi anak-anak tidak memandang hal tersebut sebagai pilih kasih, maka tidak ada resiko yang terkait dengan perbedaan perlakuan tersebut.

Catatan ketiga dari peneliti adalah apa yang seharusnya dilakukan orang tua. Jansen memberikan nasehat sederhana bagi orang tua, yaitu “Terus menunjukkan perhatian dan kasih yang lebih tinggi bagi anak.” Data peneliti menunjukkan bahwa dalam keluarga yang saling memperhatikan satu dengan yang lain, tidak ada hubungan antara pilih kasih dan penyalah-gunaan obat-obatan.

“Semakin anak dewasa, mereka akan mengembangkan minat dan identitas sendiri. Jika anda menghargai dan menghormat hal tersebut dan sebagai orang tua anda mendukung apa yang anda lihat sebagai identitasnya, maka hal itu akan membantu mereka merasa disayang,ungkap Jensen. (DAD)

 Disadur dari Press Release Brigham Young University: http://news.byu.edu/archive14-sep-favoritism.aspx

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s