Oknum Polisi Polres Sumba Timur Diduga Dalangi Pencurian Hewan

Ilustrasi Kerbau di Sumba Timur. Sumber: http://benyaminlakitan.com/

Melolo, 16 September 2014. MARAKNYA pencurian ternak di Kabupaten Sumba Timur akhir-akhir ini semakin membuat masyarakat bingung dengan kinerja aparat pemerintah terkait, entah oknum Polisi, Penyuluh Hewan, Kepala Desa, Camat, serta oknum pejabat pemerintah tertentu yang tidak dapat di sebutkan satu persatu.

Dari hasil investigasi Tim Sumba Pembaharuan dan dicermati dari beberapa kasus pencurian yang sempat atau pun tidak sempat ditangani oleh Polres Sumba Timur, ada dugaan keterlibatan oknum pejabat pemerintah di dalam pencurian-pencurian tersebut. Terkait dengan ini dibutuhkan keseriusan aparat Kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus kehilangan kerbau atau hewan lain milik warga.

Indikasi keterlibatan oknum pejabat pemerintah terkait dalam pengedaran KKMT yang tidak professional dimulai dari kasus pencurian ternak yang berhasil ditangkap oleh Polsek Lindiwacu Kabupaten Sumba Tengah yang dilengkapi oleh KKMT yang ASPAL (Asli tapi palsu), kasus Pencurian ternak di Tanarara, sampai pada aksi brutal pembakaran Truk, dan aksi pencurian ternak kerbau yang berhasil ditangkap oleh warga dan oknum anggota TNI Rayon Militer Umalulu yang dimobilisasi oleh pemilik TRUK MJ dan BUKIT ASAM serta dilengkapi oleh KKMT yang aspal. Masyarakat pembeli yang belum paham tentang keaslian sebuah KKMT dan bukan tidak mungkin akan terjebak dalam permainan pejabat pembuat atau pengedar KKMT yang aspal tersebut.

Semua ini menggambarkan betapa bobroknya mental oknum pejabat pemerintah terkait, sehingga sangat dibutuhkan kemampuan ekstra dari Pimpinan Instansi terkait dalam memberi terapi kepada anggotanya. Terapi akan menjauhkan anggotanya dari praktek maksiat yang ingin memperkaya diri sendiri.

Edisi 50 Sumba Pembaharuan (edisi cetak) pernah mengangkat tentang kasus Mobil Truk dengan Nomor Polisi DK 9533 yang diduga menjadi Korban pembakaran oknum yang tidak bertanggung jawab yang dalam proses pembakaran tersebut sudah ditangani oleh Polsek Tanarara.

Dari hasil investigasi Tabloid Sumba Pembaharuan, kuat dugaan adanya keterlibatan salah seorang anggota Polisi Lalu Lintas yang sekarang bertugas di Polsek Tabundung berinisial MPH, karena pada waktu itu MPH pinjam pakai kendaraan dari tangan Dundu Tay Hongga, salah seorang warga Kecamatan Wula Waijelu guna memuat kepeluan pernikahannya. Namun dalam kenyataannya truk tersebut kedapatan memuat hewan curian yang berakhir kepada pembakaran Truk oleh oknum tertentu. Dari beberapa keterangan saksi, kuat dugaan adanya keterlibatan MPH, karena tidak mungkin UK (tersangka) bisa dipercaya membawa kendaraan dalam penguasaannya sendiri tanpa ada hubungan emosional yang sangat dekat antara MPH dan UK.

Waka Polres Sumba Timur KOMPOL Ferry Dima, ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan adanya indikasi Keterlibatan anggotanya. Menurut Ferry, dari pengakuan UK, ia hanya disuruh MPH. Ferry berjanji dalam waktu dekat akan menindaknya sesuai aturan yang berlaku. Menurut Ferry, ada beberapa sanksi yang akan dijatuhkan nantinya apabila terbukti keterlibatannya. “Pemecatan dari kesatuan Kepolisian dan sanksi kurungan,” tegasnya. Redaksi SP

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Kriminal dan tag , , , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s