Pohon Asam Tumbang Menimpa Gereja

Gereja Atas

Gereja Reformasi Andakapeta

Melolo, 3 Oktober 2014. Pohon asam besar yang berada kurang lebih 5 meter dari Gedung Gereja Reformasi Kupang Cabang Andakapeta, ambruk menimpa gedung Gereja tersebut (Rabu, 01/10/2014). Menurut beberapa sumber, pohon asam tersebut tumbang kurang lebih pada pukul 05.00 Wita. Awalnya kedengaran bunyi dengungan besar, dan setelah diselidiki ternyata pohon asam yang tumbang menimpa Gedung Gereja Reformasi Kupang cabang Andakapeta. Manda Palamanga, salah seorang warga kampung Andakapeta, Desa Kayuri, Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur, kepada media ini menuturkan awal kejadiannya. Menurutnya, kurang lebih pada pukul 05.00 pagi Wita, terdengar bunyi dengungan besar yang membuat panik warga setempat dan salah seorang warga RT setempat yang berama Mbulu segera berlari ke arah sumber bunyi dan mendapati bahwa dan ternyata pohon asam yang berada disamping Gerejalah yang tumbang. Lebih parah lagi, menurutnya, akibat pohon asam yang tumbang, gedung Gereja Reformasi Kupang cabang Andakapeta mengalami kerusakan berat.

Gereja Bawah

Bagian Gereja yang rusak

Melihat kondisi kerusakan pada Gereja tersebut, Palamangga memperkirakan diperlukan biaya kurang lebih 30 sampai 50 juta rupiah untuk memperbaikinya. Ia juga sangat mengharapkan partisipasi warga dan pemerintah terkait untuk menyikapi kejadian bencana alam tersebut. Apalagi menurutnya di setiap Kabupaten ada bagian Penanggulangan Bencana Alam.

Pnt. Lay Kadja Kore saat ditemui media ini di TKP, menjelaskan kalau kejadian itu seharusnya dapat dihindari. Pihak Gereja sudah beberapa kali berupaya untuk menebang pohon asam tersebut. Namun karena ada Kabel PLN (SR) yang sangat berdekatan dengan pohon asam akhirnya pihak gereja mengurung niatnya. Pihaknya juga berulang kali telah meminta kesediaan Kepala PLN Ranting Melolo, yang pada saat itu masih di pimpin oleh Markus Lado untuk bekerja sama, dengan membuka Kabel SR agar pohon tersebut bisa di potong. Namun oleh pihak PLN sama sekali tidak memberi respon, sehingga niat untuk menumbangkan pohon asam tersebut menjadi kendor dan pada akhirnya tumbang menimpa Gedung Gereja. PLN sangat diharapkan dapat meringankan beban musibah yang dialami Gereja Reformasi Kupang, Cabang Andakapeta, pinta Lay.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si saat diinformasikan terkait kejadian tersebut, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan apa-apa. Walaupun “sebagai seorang pimpinan wilayah Kabupaten Sumba Timur sudah semestinya merespon hal tersebut, karena kejadian ini menimpa rumah Tuhan tempat umat kristiani setempat beribadah,” tegas Andre salah seorang warga Andakapeta. (SP.com)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s