Petunjuk Adanya Kehidupan Setelah Kematian Ditemukan

Forest path in the woods

Gambar pengalaman kematian orang tertentu yang bertemu cahaya terang. Sumber: http://www.telegraph.co.uk/

Melolo, 9 Oktober 2014. Bagi kebanyakan penganut agama atau kepercayaan, adalah sebuah kepercayaan yang lazim bahwa setelah kematian fisik akan ada kehidupan dalam bentuk yang lain. Roh orang mati dipercaya akan pergi ke dunia yang lain. Orang Kristen tertentu misalnya percaya bahwa roh orang percaya akan ke hadapan Allah/surga pada saat kematian. Orang Kristen lain percaya bahwa ada tempat penantian tertentu sebelum masuk surga atau neraka. Namun demikian, ada juga orang-prang lain tidak mempercayai adanya jiwa atau roh, apalagi keberlanjutan kehidupan roh pasca kematian fisik.

Namun baru-baru ini Media Online asal Inggris, The Telegraph, melaporkan tentang temuan sejumlah ilmuwan tentang indikasi bahwa setelah kematian fisik, ada kehidupan lain. Para peneliti dari University of Southampton telah melakukan analisa terhadap 2.000 kasus serangan jantung dari 15 rumah sakit di Inggris, Amerika Serikat, dan Austria. Studi tersebut mendapati bahwa 40% dari orang selamat mengatakan bahwa mereka tetap sadar walaupun saat itu mereka sudah meninggal secara klinis. Seorang pria berumur 57 tahun yang bertugas sebagai pekerja sosial dari Southampton secara rinci menceritakan kembali tindakan yang diambil para perawat (yang dia amati) saat menanganinya walaupun saat menyaksikannya dia tidak sadarkan diri dan ‘mati’ secara fisik.

“Kita tahu bahwa otak tidak dapat berfungsi ketika jantung berhenti berdetak,” kata Dr Sam Parnia, pimpinan tim penelitian tersebut yang saat ini menjadi peneliti di State University of New York. “Namun dalam kasus ini, kesadaran terus berlanjut sampai tiga menit walaupun jantung telah berhenti berdetak, dan biasanya otak sudah berhenti berfungsi 20-30 detik sebelum jantung berhenti berdetak,” lanjutnya.

“Lelaki itu menggambarkan segala sesuatu yang terjadi dalam ruang resusitasi dan lebih penting lagi dia mendengar dua kali bunyi bip dari mesin yang mengeluarkan bunyi bip setiap selang 3 menit.” Dr. Parnia percaya bahwa lebih banyak lagi orang yang mengalami pengalaman seperti itu ketika mereka akan meninggal namun obat-obatan dan penenang yang digunakan selama proses resusitasi menghalangi mereka mengingat apa yang terjadi.

“Diperkirakan jutaan orang memiliki pengalaman yang jelas terkait dengan kematian, tetapi petunjuk ilmiah bersifat ambigu. Banyak orang berasumsi bahwa pengalaman seperti ini hanyalah halusinasi atau ilusi yang tidak ada kaitan dengan kejadian sebenarnya. Sebenarnya persentase orang yang memiliki pengalaman kematian yang jelas lebih tinggi lagi. Namun mereka tidak dapat mengingatnya karena efek cedera otak atau obat penenang pada sirkuit memori otak. Pengalaman-pengalaman seperti ini perlu diselidiki lebih lanjut,“ papar Parnia.

Dr. David Wilde, seorang psikolog peneliti pada serta Nottingham Trent University, sedang mengumpulkan data tentang pengalaman di luar tubuh dalam rangka mencoba menemukan pola yang menghubungkan setiap episode. Dia berharap penelitian terbarunya akan mendorong studi lanjutan terhadap topik kontroversial ini. DAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s