Teknologi Lebih Baik bagi Pembangkit Listrik dari Tenaga Surya

Melolo, 13 November 2014. Sebuah Press Release dari University of California San Diego tanggal 28 Oktober 2014 menyatakan bahwa tim pakar dari universitas tersebut telah menemukan teknologi lebih baik untuk pembangkit listrik bersih. “Kami ingin menciptakan bahan yang menyerap semua sinar matahari tanpa ada yang lolos. Kami ingin menciptakan semacam lubang hitam untuk sinar matahari,” ujar Sungho Jin, seorang profesor jurusan Teknik Mekanik dan dan Dirgantara pada UC San Diego Jacobs School of Engineering. Jin, bersama profesor Zhaowei Liu dari Jurusan Teknik Kelistrikan dan Komputer, serta professor Renkun Chen dari Teknik Mesin, mengembangkan bahan nano yang dilapisi Silikon Borida.

Skema Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Sumber: http://www.eia.gov

Skema Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
Sumber: http://www.eia.gov

Teknologi Tenaga Surya Terkonsentrasi atau CSP merupakan teknologi yang berbeda dengan teknologi pembangkit listrik fotovoltaik yang lazim ditemukan di Sumba seperti SEHEN dan SHS. Teknologi fotovoltaik merubah tenaga surya langsung menjadi listrik sedangkan CSP untuk menghasilkan uap air yang menggerakkan turbin raksasa penghasil tenaga listrik. Teknologi CSP menciptakan uap yang diperlukan untuk memutar turbin dengan menggunakan sinar matahari untuk memanaskan garam cair. Garam cair tersebut dapat disimpan dalam tangki penyimpanan dan dapat digunakan untuk membangkitkan listrik selama 24 jam sehari.

Hal yang menarik dari teknologi ini adalah teknologi ini dapat digunakan untuk memperkuat pembangkit listrik tenaga batubara atau diesel yang ada sekarang karena prinsip pembangkitan tenaga listriknya sama. Pembangkit listrik yang ada saat ini membakar batubara atau diesel demi menciptakan uap air yang memutar turbin raksasa untuk menghasilkan listrik.

Teknologi CSP sedang berkembang dan sudah menghasilkan sekitar 3,5 gigawat di seluruh dunia, yang cukup memenuhi kebutuhan lebih dari 2 juta rumah tangga. Saat ini sedang dilakukan pembangunan pembangkit listrik serupa mencapai 20 gigawat.

Bahan baru yang ditemukan tim pakar dari UC San Diego tersebut diklaim mampu merubah 90% energi sinar mahari yang ditangkapnya menjadi panas serta mampu bertahan selama bertahun-tahun pada suhu dan kelembaban tinggi. Bahan yang digunakan saat ini tidak mampu mengkonversi energi surya dengan efisiensi setinggi itu serta harus diganti setiap tahun. Mungkin Pemerintah (Pusat dan Daerah) serta PLN maupun swasta bisa memperhatikan teknologi seperti ini. DAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Teknologi Lebih Baik bagi Pembangkit Listrik dari Tenaga Surya

  1. mikail berkata:

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Tenaga Surya.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Informasi Tenaga Surya

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s