PT. Delta Surya Gemilang Tak Mampu Kerja Jalan Strategis Nasional

Ori Papote

Ori Papote, PPK 18 Waingapu (PPK APBN)

Melolo, 27 Maret 2015. SUNGGUH disayangkan, hingga saat ini masih banyak orang yang menjadikan sebuah proyek sebagai ajang uji coba atau paling tidak dengan ala perjudian; kalau berhasil atau lolos dikerjakan akan mendapat untung besar sedangkan kalau gagal di Blacklist (Daftar Hitam), atau putus Hubungan Kerja sehingga mereka tidak mau tau apakah dampak atau akibat dari perbuatannya tersebut. Menurut beberapa sumber, dampak yang paling besar dari kekonyolan kontraktor nakal tersebut adalah masyarakatlah yang akan dirugikan, sehingga masyarakat sangat mengharapkan dalam hal seperti ini bisa menjadi catatan yang sangat penting buat pihak pelelangan tender atau paling tidak pemerintah yang terkait agar lebih berhati- hati dalam menentukan pihak pemenang tender, karena sudah pasti Kontraktor yang bekerja asal- asalan, tegas warga. Masyarakat pengguna jalan Waingapu-Melolo-Baing sangat menyesalkan kinerja PT DUTA KARYA MANDIRI (JO) dan PT DELTA SURYA GEMILANG yang tidak mampu melaksanakan pekerjaan Peningkatan Kapasitas Jalan Melolo-Baing hingga tuntas. Menurut warga, apa pun alasannya sudah pasti proyek seperti ini menipu rakyat dengan beranggapan bisa padahalnya tidak punya kemampuan apa-apa, tegas Andung Warga Kecamatan Wula-Waijelu kepada media ini. Lebih jauh dikatakannya, proyek seperti ini jangan lagi diberi kesempatan karena sudah pasti akan terus mengecewakan masayarakat Katanya.

Hal yang sama diungkapkan Ady, salah seorang warga Kecamatan Rindi, menurutnya sudah merupakan hal biasa bagi pihak Kontraktor Pelaksana apabila tidak bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan hingga tuntas. Akan banyak alasan yang dibuat hingga benar-benar menyakinkan orang lain bahwa keterlambatan tersebut bukan dari sebuah kebobrokan melainkan karena kondisi alamlah yang tidak bersahabat, serhingga alasan tersebut bisa diterima oleh akal sehat. Namun yang menjadi tanda tanya, dimanakah tanggung jawab dari sebuah pekerjaan itu sendiri. Menurut Ady, kalau memang tidak mampu mengerjakannya kenapa tidak diberikan kepada orang lain atau paling tidak dikembalikan kepada Negara, sehingga dampak keterlambatan dari sebuah pekerjaan bisa ditekan dan masyarakat tidak begitu dikorbankan akibat keteledoran tersebut.

Lain halnya dengan tanggapan Hendrik, warga Kecamatan Pahunga Lodu, menurutnya, mungkin saja ada kendala yang terlalu mendasar sehingga pihak Kontraktor Pelaksana tidak dapat melaksanakan pekerjaannya hingga tuntas, dan hal seperti ini sudah pasti ada sanksinya dari Pemerintah terkait, seperti pembatalan kerja atau pemutusan hubungan kerja.

Deni Sinetra, Direktur PT. Delta Surya Gemilang, sebagai salah satu pihak yang bertanggung Jawab langsung terhadap pekerjaan tersebut, kepada media ini menjelaskan tentang faktor yang menjadi kendala keterlambatan yang berakhir pada pemutusan pekerjaan Jalan tersebut, diantaranya adalah jarak angkut yang cukup jauh yakni AMPnya berada di Nggongi, dan kondisi jalan yang cukup parah sehingga daya angkut tidak maksimal, namun menurutnya itu adalah konsekwensi karena sudah menandatangani kontrak. Deni juga menambahkan harapannya pada saat itu bekerja di Baing yang jarak angkutnya lebih dekat dengan Nggongi, namun karena Satker perencanaan berkata lain jadi cuma tawakal saja, paparnya.

Ori Papote, PPK 18 Waingapu (PPK APBN – Jalan) terkait pekerjaan yang dikerjakan PT. Delata Surya Gemilang, kepada media ini menjelaskan bahwa PT. Delta Surya Gemilang pada dasarnya sudah tidak mampu melaksanakan pekerjaannya (wanprestasi) atau ingkar janji , dan sudah diputuskan kontrak. Sederhananya menurut Ori, kalau PT. Delta Surya Gemilang pekerjaannya sebuah meja, mereka baru menyelesaikan kakinya, yang dibayar hanya sebatas pekerjaannya saja. Ketika ditanya, apakah sebuah proyek apabila sudah putus, apakah kontrak dapat diperbaiki lagi, Ori menjawab tidak bisa karena sudah blacklist dan selama kurang lebih dua tahun tidak boleh bekerja dengan bendera yang sama tegasnya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s