Polisi Otak Pencurian Hewan Masih Bebas Berkeliaran

Melolo, 5 Mei 2015. Keterlibatan seorang anggota Kepolisian Resort Sumba Timur Brip. Marius P. Hembir dalam pencurian hewan ternak milik warga Tanarara, Kabupaten Sumba Timur menggunakan Truk Bak Kayu dengan nomor Polisi DK 9533 beberapa bulan lalu, masih menjadi rumor yang menarik untuk dibahas hingga saat ini, karena dari bukti-bukti dan fakta persidangan, Brip. Marius P. Hembir terbukti menyuruh melakukan pencurian tersebut. Hal ini diungkapkan Kasipidum Kejaksaan Negeri Waingapu, Andika Prima Sandi, SH, Kepada media ini.

Menurut Andika, dari fakta persidangan oknum Polisi Brip. Marius P. Hembir terbukti sebagai otak (yang menyuruh melakukan pencurian). Namun ia juga sangat menyesalkan karena hingga saat ini pihaknya belum menerima perlimpahan kasus dari penyidik Polres Sumba Timur. “Pihak Kejaksaan Tinggi Negeri Waingapu tinggal menunggu saja perlimpahan kasus BRIP Marius P. Hembir. Hingga saat ini perlimpahan kasusnya belum masuk ke tangan kami (Kejaksaan),” ujarnya.

Umbu Darat, warga Kecamatan Kota Waingapu, kepada media ini menjelaskan, kalau hingga saat ini BRIP Marius P. Hembir masih bertugas seperti biasa, dan belum ditahan, dan ada kemungkinan pihak Marius akan aman-aman saja.

Menurut beberapa warga, perbuatan oknum Kepolisian terkait kasus pencurian hewan ternak sebenarnya harus ditindak tegas, karena kalau tidak hanya akan merusak Korps Keplolsian sendiri. Namun diakui bahwa hal ini sangat tergantung kepada penyidik kepolisian sendiri, karena ujung-ujungnya ketegasan dan disiplinlah yang menjadi alat ukurnya, menurut Ady salah seorang warga Kecamatan Kambera. Ady juga sangat menyesalkan kinerja penyidik Polres Sumba Timur yang tidak bisa berlaku professional dalam penyidikan kasus tersebut. “Coba kalau kena masyarakat biasa, pasti sudah lama di tahan,” ujarnya. Namun Ady bersukur kalau lewat kasus ini Brip. Marius P. Hembir pasti akan jera dari perbuatannya; “kecuali kalau kegiatan seperti ini sudah mendarah daging” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan SR. Menurutnya, sudah saatnya Kepolisian Resort Sumba Timur melakukan pembenahan diri, dalam rangka melakukan revolusi mental bagi para anggotanya, sehingga tugas pokoknya, seperti tertuang dalam UU no 2 Tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu “1. Memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, 2. Menegakkan Hukum, 3. Memeberi Perlindungan, Penganyom, dan pelayan kepada masyarakat,” tidak hanya menjadi slogan semata. “Jangan karena ingin melindungi seorang anggota yang terbukti melakukan tindak Kejahatan, malah mengorbankan seluruh anggota dan kesatuannya yang belum tentu berprilaku buruk,” ujarnya.

Kapolres Sumba Timur, AKBP DR. SUPIYANTO, M.Si, ketika dihubungi via telepon selulernya terkait kasus tersebut, menolak untuk dikonfirmasi. Melalui pesan singkat yang di kirimnya, dia menjelaskan kalau pihaknya ada tamu dari POLDA. Namun, ketika diminta kapan dia ada waktu dan bersedia dikonfirmasi, pihak nya belum memberikan jawaban.

Memang benar, dalam kasus seperti ini sangat dibutuhkan profesionalitas dan ketegasan dari pimpinan, sehingga tindakan seorang anggota kepolisian yang terbukti melakukan tindak kejahatan tidak merusak seluruh KORPS Kepolisian. Di lain pihak oknum anggota kepolisian yang merasa dilindungi dari perbuatan salahnya tidak akan menyadari kekeliruannya. Mr. SP

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Hukum & Kriminal. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s