Pantai Pero – Potensi yang Harus Dikelola

Melolo, 12 Mei 2014 Pantai Pero merupakan salah satu pantai yang mempesona yang berada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Indahnya pemandangan matahari tenggelam di Pantai Pero saat pantai surut dibarengi dengan dengan munculnya hewan-hewan laut kecil seperti Bulu Babi, Landak Laut, Bintang Laut, Siput, dll. Walaupun pantai tersebut belum seramai tempat wisata yang sudah maju dan terekspose secara luas, namun di sana sudah ada fasilitas-fasilitas wisata seperti penginapan. Dengan demikian pantai ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai daerah wisata.

IMG_20150219_115814

Pemandangan Pantai Pero. Foto: Tim Ekspedisi NKRI

Namun demikian, pengembangan pantai ini harus dibarengi dengan kesiapan untuk menghadapi bencana. Tim Ekspedisi NKRI 2015, Subkorwil – 5 Sumba Barat Daya, bidang penelitian Potensi yang melakukan penelitian di pantai Pero mendapati bahwa pantai ini memiliki sejarah bencana tsunami pada tahun 1977.

Pua Sayu (58) atau Pak Haji, anak dari orang pertama yang mendiami tempat tersebut menceritakan kepada Tim Ekspedisi bahwa gempa yang terjadi terjadi sangat besar dengan gerak yang vertikal yang disusul dengan gempa-gempa kecil yang bergerak secara horizontal. Gempa kemudian diikuti surutnya air sampai beberapa meter jauhnya. Masyarakat sekitar yang penasaran mendekati laut untuk mengetahui apa yang terjadi. Ikan yang meloncat-loncat karena tidak ada air membuat semakin banyak warga mendekat ke pantai. “Memang orang zaman dahulu itu terlalu awam. Tidak tahu kalau itu tanda-tanda stunami. Mereka malah mendekati,” nilai Pak Haji. Setelah itu gelombang besar datang dan warga-warga yang di pesisir berlarian menjauhi pantai. Gelombang tersebut menenggelamkan desa-desa di pesisir pantai. Selang 2 jam kemudian air surut dan laut kembali normal. Untungnya korban jiwa dalam kejadian bencana tersebut minimal. Konon ada 1 orang yang meninggal karena memang sedang tidur di pinggir pantai. Pak Haji menambahkan bahwa waktu itu yang sedang tidur di pinggir pantai ada 2 orang yang satu selamat karena tersangkut di sebuah pohon.

Dengan demikian, maka pengembangan lebih lanjut harus memperhatikan kesiapan menghadapi bencana. DAD. Dengan kontribusi dari Tim Ekspedisi NKRI

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bencana, Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s