Kepler-452b Tidak Seperti Bumi?

artist-concept-kepler

Konsep seniman tentang Kepler-452b Sumber: http://www.independent.co.uk/

Melolo, 28 Juli 2015. Dalam satu minggu terakhir ini media dalam negeri maupun media luar negeri ramai memberitakan tentang sebuah planet dalam galaksi tempat tata surya berada yang mirip dengan bumi. Pemberitaan-pemberitaan tersebut disertai dengan gambar yang merupakan kesan seniman terhadap planet tersebut. Bahkan ada media yang sudah sampai menghitung tentang waktu yang diperlukan untuk mencapai planet tersebut, yaitu sebanyak 33 ribu tahun perjalanan. Planet dimaksud disebut dengan Kepler-452b. Namun apakah ini hanya semacam histeria tak berdasar?

Seorang Asisten Profesor di Universitas Hokkaido, Jepang bernama Elizabeth Tasker menyatakan keraguannya akan informasi bahwa planet tersebut mirip dengan planet bumi. Dalam tulisannya yang dimuat di The Conversation, sebuah sumber berita dan opini independen dari komunitas akademis dan riset, dia mengemukakan beberapa alasan bagi keraguannya.

Tasker menulis bahwa mustahil untuk memastikan apakah planet baru itu mirip dengan Bumi hanya dengan menggunakan beberapa parameter. Parameter yang digunakan dalam pengamatan ini adalah data tentang ukuran planet dan radiasi yang diterima planet dari bintang yang dikelilinginya. Dari kedua parameter tersebut, bisa saja disimpulkan bahwa Kepler-452b lebih mirip Venus daripada Bumi, atau bahkan tidak mirip keduanya.

Masalah berikut dengan ide bahwa Kepler-452b mirip dengan bumi adalah konsep Zona Layak Huni (Habitable Zone). Hanya karena sebuah planet berada pada Zoba Layak Huni, sama seperti Bumi, tidak berarti bahwa planet tersebut mirip dengan bumi. Zona Layak Huni adalah wilayah di sekitar sebuah bintang dimana air bisa ada di permukaan planet. Walaupun Kepler-452b berada pada Zona Layak Huni, namun kalau tidak memiliki permukaan yang padat, maka tidak mungkin ada air di permukaannya. Kertas riset yang mengumumkan penemuan Kepler-452b menyatakan bahwa kemungkinan permukaan Kepler-452b padat adalah antara 50-60%. Dengan demikian, tidak ada kepastian tentang apakah permukaannya padat atau tidak.

Masalah lain yang dikemukakan Tasker adalah tingginya tingkat gravitasi di Kepler-452b sehingga bisa menyebabkan tertahannya gas rumah kaca di permukaan planet, dan suhu permukaan planet akan terus meningkat.

Akhirnya Tasker menyatakan bahwa Kepler-452b adalah planet tunggal. Hal ini mempersulit adanya air di permukaannya, walaupun semua kondisi lain planet tersebut sama persis dengan di bumi. Alasannya adalah karena menurut penelitian, planet-planet raksasa di tata surya kitalah yang membantu mengarahkan air ke bumi saat pembentukan bumi.

Namun demikian, Tasker tidak menyangkal bahwa penemuan planet ini fantastik karena akan menjadi pembuka jalan bagi penemuan-penemuan sistem keplanetan lain yang beragam. DAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s