Penemuan yang Dihadiahi Nobel, Tetapi Kemudian Salah

Melolo, 10 Oktober 2015. Hadiah Nobel adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada orang-orang yang menghasilkan karya-karya di berbagai bidang yang membawa kemajuan bagi kemanusiaan. Dengan demikian, orang bisa berharap bahwa penemuan-penemuan yang dihargai dengan Hadiah Nobel pasti benar.

Medali Hadiah Nobel (http://www.nabr.org/)

Namun demikian, pada bulan Oktober 2015, situs Real Clear Science mengeluarkan sebuah daftar pendek beberapa penemuan yang mendapat Hadiah Nobel yang ternyata di kemudian waktu tidak benar.

Daftar penemuan-penemuan tersebut adalah:
Johannes Fibiger menemukan Spiroptera carcinoma yaitu sejenis cacing parasit penyebab penyakit kanker. Untuk penemuannya tersebut Fibiger mendapatkan dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1926. Penelitian-penelitian setelahnya menunjukkan bahwa memang cacing seperti itu ada dan menyebabkan kanker. Dalam penelitiannya, Fibiger memberi makanan berupa cacing parasit pada tikus. Akibatnya dalam tumbuh tumor-tumor dalam perut tikus-tikus tersebut. Namun studi-studi yang dilakukan di kemudian waktu menunjukkan bahwa apa yang dianggap tumor tersebut kemungkinan besar efek kekurangan vitamin A yang dialami tikus.

Enrico Fermi mendapatkan Hadiah Nobel tahun 1938 karena berhasil menunjukkan keberadaan elemen radioaktif baru yang dihasilkan dari iradiasi netron serta penemuan terkait berupa reaksi nuklir yang diakibatkan netron yang diperlambat. Namun ternyata bukan elemen baru yang ditemukan tetapi tanpa dia sadari yang dihasilkan adalah fisi nuklir, dimana atom Uranium terbagi menjadi elemen-elemen yang lebih ringan.

Tahun 1906, Camillo Golgi dan Santiago Ramón y Cajal dianugerahi Hadiah Nobel atas karya mereka terkait dengan struktur sistem saraf. Golgi dan Cajal mengemukakan teori yang saling bertentangan tentang sistem syaraf. Namun secara diplomatis keduanya diberi Hadiah Nobel Bidang Fisiologi dan Kedokteran, walaupun kemudian ternyata teori Cajal-lah yang terbukti benar dan teori Golgi salah, walaupun dia mendapat Hadiah Nobel atas teorinya. (DAD)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Sains dan Teknologi dan tag , , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s