Tindakan Anarkis Oknum Anggota Telanjangi Danki Brimob Sumba Timur Di Mata Publik

Melolo 6 Desember 2015. Rendahnya moralitas oknum anggota Kesatuan Brimob Sumba Timur yang tidak menunggu perintah dari pimpinan untuk mengambil tindakan, bukan sesuatu yang baru, apalagi yang berkaitan dengan perbuatan anarkis dan main hakim sendiri. Hal ini perlu menjadi PR buat Pimpinan atau Komandan, karena hal seperti ini sangat jelas akan menjual harkat dan martabat dari Pimpinan itu sendiri.

Pada Hari Sabtu 05 Desember 2015, sekitar pukul 08.30 malam WITA, satu oknum anggota kesatuan Brimob Sumba Timur menyerang supir dan salah seorang warga yang sementara berada dalam sebuah kendaraan Pick Up bermuatan berat berisi bahan makanan ayam dari arah Waingapu, Ibukota Sumba Timur, ke Melolo, Kecamatan Umalulu. Penyerangan tersebut terjadi di Waingapu, tepatnya di wilayah Kawangu, pertigaan jalan menuju ke Tanarara.

Kendaraan yang melaju dengan kecepatan sedang tersebut dipaksa menepi oleh oknum anggota kesatuan Brimob. Karena takut, supir langsung membanting setir kendaraan ke arah samping kiri jalan sehingga kendaraan tersebut terasa oleng. Karena kaget, seorang masyarakat yang menumpang Pick Up tersebut menegur supir “Kenapa Ini?” Namun teguran kepada supir “kenapa ini” membuat satu oknum kesatuan Brimob marah dan mengejar mobil pick up tersebut menggunakan mobil patroli dan turun menyerang supir dengan cara menampar wajahnya berulang kali. Tidak puas dengan tindakannya, beberapa oknum anggota Brimob memukul lengan dan dada supir hingga babak belur. Melihat tindakan oknum anggota kesatuan Brimob yang berlaku tidak wajar dan anarkis tersebut, seorang warga yang menumpang Pick Up tersebut turun untuk menjelaskan duduk persoalan kepada seluruh anggota kesatuan Brimob yang bertugas. Namun sayang, niat baik tersebut digunakan salah seorang oknum Kesatuan Brimob tersebut (diduga bernama Hendra terpampang pada tanda pengenalnya) untuk melayangkan tinju ke wajah anggota masyarakat yang adalah salah seorang Pemimpin Redaksi sebuah koran lokal di Sumba Timur tersebut.

Komandan Kompi (Danki) Subden III Pelopor Brimob Sumba Timur, Iptu Nehemia Nenohai yang berada dalam kesatuan Brimob tersebut, merangkul sang warga dan meminta maaf. Namun oknum anggota Brimob Hendra dan kawan-kawan tetap ngotot dan ingin terus memukulnya. Nehemia kemudian memberikan perintah kepada anggotanya untuk naik ke mobil Patroli. Perintah tersebut dianggap oknum Hendra dan kawan-kawan seperti angin lalu saja, dan terus melanjutkan tindakan anarkis mereka. Kejadian sempat disaksikan oleh warga yang merasa aneh dengan kelakuan para aparat tersebut.

Melihat tindakan oknum Hendra dan kawan-kawan yang tidak mengindahkan perintah atasannya, salah satu korban yang adalah Pemimpin Redaksi salah sebuah koran lokal itu, merasa iba kepada Danki atau Komandan Kompi Subden Sumba Timur, IPTU Nehemia Nenohai dan langsung menyalaminya dengan salam yang lazim di Sumba, yaitu menciumnya. Korban merasa prihatin dengan tindakan oknum Hendra dan kawan-kawan yang berbuat anarkis di depan Komandannya dengan tidak mengindahkan perintahnya. Hal tersebut sama saja sedang menelanjangi atasannya juga di depan warga, dan mencoreng arang di wajah mereka sendiri. “Kalau pimpinan tidak mengambil tindakan tegas terhadap perbuatan Hendra dan kawan-kawan, maka hal itu sama saja dengan membiarkan duri dalam daging,” ujar warga tersebut.

Sampai berita ini diturunkan korban telah menginformasikan kejadian itu kepada Kapolres Sumba Timur, AKBP Alfis Suhali, S.IK, M.Si melalui pesan SMS dan Kapolres menjawab bahwa pihaknya akan melakukan cross check dengan Danki Brimob dan berjanji akan memanggil anak buahnya yang telah berbuat anarkis tersebut.

Demikian juga, korban juga menghubungi Danki Subden III Pelopor Brimob Sumba Timur, Iptu Nehemia Nenohai, melalui SMS untuk meminta kejelasan apakah pihaknya bisa menyelesaikan masalah pengeroyokan ini dan memohon petunjuk tentang apa yang bisa pihaknya lakukan. Iptu Nenohai memberi jawaban bahwa masalah ini bisa diselesaikan hari berikutnya kalau korban ada waktu, karena saat itu mereka masih patroli. MR, SP

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Hukum & Kriminal dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s