Perkembangan Pertanian Lambat, Indonesia Bergantung Pada Impor?

SONY DSC

Sawah di Sumba Timur. Sumber: www.benyaminlakitan.com

Melolo, 17 Maret 2016. Baru-baru ini Future Directions Internasional, sebuah lembaga independen non profit yang bermarkas di Ausralia mengkaji tentang ketahanan pangan di Indonesia dan menghasilkan sebuah kertas analisa strategis.

Terdapat empat hal yang merupakan penekanan dari analisa tersebut.

Pertama, ketahanan pangan di Indonesia terus meningkat, namun semakin bertambahnya masyarakat kelas menengah di Indonesia bisa membawa masalah terhadap ketahanan pangan karena kelas menengah cenderung mengkonsumsi makanan seperti daging, makanan dari susu serta makanan olahan lain yang Indonesia masih berjuang untuk hasilkan.

Kedua, sektor pertanian kemungkinan akan terus berkembang, tetapi laju perkembangannya lebih rendah dari sektor industri dan jasa karena para pemuda lebih tertarik dengan sektor jasa daripada sektor pertanian, sehingga Indonesia harus menggantungkan diri pada impor.

Ketiga, fokus pemerintah pada keterhubungan antar pulau dapat meningkatkan jaringan distribusi makanan dan menurunkan harga makanan, tetapi memerlukan waktu dan investasi yang tinggi.

Keempat, investasi di bidang industri seperti perikanan, dimana Indonesia punya keunggulan komparatif, dapat meningkatkan ekspor.

Apakah ada yang para Pemerintah Daerah di Sumba dapat pelajari dari tulisan ini sehingga bisa digunakan secara lokal dalam mengarahkan pembangunan pertanian? Semoga. DAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Praktis, Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s