Pembelajaran Filsafat Tingkatkan Kemampuan Membaca dan Matematika Anak

Melolo, 27 Maret 2016. Sebuah evaluasi yang dilakukan oleh para peneliti dari Durham University di Inggris pada pertengahan tahun 2015 terhadap sebuah program pembelajaran filsafat untuk anak kelas 4 dan 5 yang disebut P4C atau Philosophy for Children menunjukkan bahwa program tersebut mampu meningkatkan kemajuan membaca dan matematika pada anak kelas 4 dan 5 sebanyak dua bulan lebih cepat daripada kalau siswa yang tidak mengikuti program tersebut. Hasil ini tidak diperkirakan sebelumnya karena P4C tidak secara khusus memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan hasil pembelajaran membaca dan matematika anak. Penilaian ini dilakukan terhadap 48 sekolah dengan cara membandingkan 22 sekolah yang tidak melaksanakan P4C dan 26 sekolah yang melaksanakannya.

Peningkatan hasil pembelajaran yang dialami anak-anak dari keluarga kurang mampu (yaitu anak yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan makanan tambahan di sekolah) lebih tinggi daripada kemajuan yang dicapai oleh anak dari keluarga mampu.

Sedangkan, para guru dan siswa pada umumnya melaporkan bahwa P4C berdampak positif terhadap hasil yang lebih luas seperti kemampuan siswa berbicara, keterampilan mendengarkan, serta kepercayaan diri.

Namun demikian para guru di sekolah-sekolah yang melaksanakan P4C melaporkan bahwa dampak positif yang diperoleh bergantung pada apakah P4C dimasukkan dalam jadwal pembelajaran secara teratur. Kalau tidak dimasukkan dalam jadwal pembelajaran, maka P4C tidak berpengaruh.

Dampak P4C terhadap Uji kemampuan Kognitif menunjukkan hasil yang saling berbeda. Siswa yang mulai mengikuti program pada kelas 5 menunjukkan dampak positif setelah mendapat P4C, sedangkan siswa yang mulai mengikuti P4C pada kelas 4 tidak menunjukkan hasil positif. Kalau digabungkan, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa P4C memberikan perbaikan kecil pada skor Uji Kemampuan Kognitif. Namun para peneliti berharap bahwa harus berhati-hati memahami hasil tersebut.

Bukan hal baru.
P4C sendiri sebenarnya adalah sebuah pendekatan pendidikan yang dipusatkan pada upaya untuk menumbuhkan yang bertujuan jiwa penyelidikan filosofis sehingga anak lebih bersedia dan mampu mempertanyakan, menalar, dan menyusun argumen serta bekerja sama dengan orang lain.

Pendekatan ini telah dikembangkan sejak tahun tahun 1970 oleh Profesor Matthew Lipman dari Institute for the Advancement of Philosophy for Children (IAPC), yaitu sebuah lembaga yang mempopulerkan gagasan tentang pengajaran ketrampilan berpikir/bernalar di tingkat sekolah melalui medium dialog filsafat. Sebuah masyarakat nirlaba bernama SAPERE kemudian mengembangkan model P4C sendiri yang berbeda dengan model yang dikembangkan profesor Lipman. Model yang dikembangkannya SAPERE walaupun masih mempertahankan tujuan utama yang disusun Lipman yaitu menciptakan ‘komunitas penyelidikan’ di kelas.

Model SAPERE telah diadopsi di 60 negara di seluruh dunia, walaupun prakteknya berbeda antar negara. Penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya terhadap program tersebut secara konsisten menunjukkan manfaat dari P4C bagi siswa. DAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s