Pengaruh Kolesterol Terhadap Jantung Dipertanyakan

Melolo, 14 April 2016.  Apakah benar bahwa lemak tidak jenuh menurunkan resiko masalah jantung? Pandangan umum menjawab pertanyaan tersebut secara afirmatif. Pola makanan yang disarankan adalah menjauhi lemak jenuh. Iklan-iklan menawarkan resep hidup sehat dengan mengkonsumsi produk minyak yang rendah lemak jenuh. Asam linoleat adalah salah satu jenis lemak tak jenuh yang dipromosikan di berbagai produk minyak yang dianggap baik untuk kesehatan. Lemak tak jenuh dipercaya mengurangi kolesterol dan kegemukan serta menurunkan resiko penyakit jantung.

Rumus bangun lemak tak Jenuh. Sumber: http://www.kscience.co.uk/

Rumus bangun lemak tak Jenuh. Sumber: http://www.kscience.co.uk/

Namun demikian, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari UNC School of Medicine meragukan pandangan tersebut. Para peneliti mendapati bahwa penggunaan minyak yang kaya asam linoleat terindikasi lebih buruk daripada lemak jenuh dalam kaitan dengan pencegahan penyakit jantung, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Para ilmuwan sampai pada kesimpulan tersebut setelah menganalisa data uji coba 50 tahun lalu di Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat, yang sebelumnya tidak dipublikasi ditambah dengan analisis yang lebih luas terhadap data uji coba serupa yang dipublikasi. Ada indikasi bahwa untuk kelompok usia 65 tahun ke atas, tingkat kematian pada kelompok yang hanya menggunakan lemak tak jenuh adalah sebesar 15% lebih tinggi dari pada kelompok yang masih menggunakan lemak jenuh.

Analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan minyak yang kaya asam linoleat gagal menurunkan angka penyakit jantung serta angka kematian secara keseluruhan, walaupun mampu menurunkan tingkat kolesterol. Bahkan berdasarkan data uji coba yang dilakukan di Minnesota, orang yang mengalami penurunan kolesterol serum justeru memiliki resiko kematian yang lebih tinggi.

“Secara keseluruhan, penelitian ini membawa kita kepada kesimpulan bahwa publikasi data penting yang tidak lengkap telah mengakibatkan penilaian berlebihan terhadap manfaat serta peremahan potensi resiko dari upaya penggantian lemak jenuh oleh lemak tak jenuh seperti asam linoleat,” ujar Daisy Zamora, PhD, salah seorang peneliti yang menyusun laporan tersebut, seperti dikutip Sciencedaily.

Kepercayaan bahwa asam lemak tak jenuh meningkatkan kesehatan dimulai sejak tahun 1960-an dimana studi-studi menunjukkan bahwa penggantian lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh mengurangi tingkat kolesterol. Sejak saat itu berbagai studi mengindikasikan bahwa panggantian lemak jenuh dengan lemak tak jenuh mengurangi resiko serangan jantung serta kematian akibat penyakit jantung. DAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Sains dan Teknologi. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s