Proyek Tanpa Papan Tender, Bongkar Selokan Primer; Masyarakat Dijadikan Korban

Melolo, 8 September 2016. Proyek pekerjaan selokan primer yang berpusat dari Bendungan Pau, Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur yang dikerjakan oleh kontraktor yang diduga berasal dari luar Kabupaten Sumba Timur, sangat meresahkan masyarakat. Hal ini diungkapkan Ndilu salah seorang warga Kecamatan Umalulu Rabu, 06/09/2016.

Menurut Ndilu, tidak ada sosialisasi atau pemberitahuan terkait pekerjaan tersebut, sehingga masyarakat yang sudah terlanjur menanam padi, hanya bisa pasrah kepada keadaan mengingat  saluran irigasi tidak dapat digunakan selama pekerjaan. Bahkan sebagian lahan masarakat sudah terancam gagal panen.

Hina Karatika Kepala Desa Watuhadang, kepada media ini, membenarkan hal tersebut. Menurutnya tidak ada sosialisasi pada warganya, karena pertemuan antara Kontraktor, Petugas Pengairan Kecamatan Umalulu dan Aparat Pemerintah Desa (diwakili Hina Karatika sendiri sebagai kepala Desa Watuhadang), yang membahas terkait proses pelaksanaan proyek rehab berat selokan hanya dilakukan saat pekerjaan akan dimulai. Lebih lagi, menurut Hina, pertemuan pada itu juga tidak mengundang semua kepala desa yang terkena dampak pekerjaan. Ia juga awalnya tidak mengizinkan pekerjaan tersebut dilakukan karena telah banyak masyarakatnya yang menanam padi dan ia juga tidak mau mereka menjadi korban. Tetapi karena petugas pengairan Kecamatan Umalulu, Jeri Hamanai, menyetujui pelaksanaan proyek pekerjaan tersebut, terpaksa Hina menyetujuinya. Menurut Hina, pihak kontraktor berjanji bahwa proyek pekerjaan selokan akan mampu diselesaikan hanya dalam waktu seminggu.

Ketika ditanya, kontraktor mana yang melaksanakan pekerjaan dan kenapa papan tender tidak dipasang serta bagaimana kalau mereka tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu satu minggu, Hina tidak menjawab, tapi ia menegaskan bahwa tidak akan pernah ada kompromi. Kalau sampai waktu yang telah disepakati, maka Hina akan melepas air, karena tidak mau melihat warganya susah di kemudian hari.

Camat Umalulu, Welem D. Dj. Dale, SP ketika dikonfirmasi terkait sawah penduduk yang terancam gagal panen karena kekeringan akibat proyek pekerjaan selokan yang menurut masyarakat tidak pernah disosialisasikan tersebut, menjawab bahwa ia pun sempat tidak menyetujui pekerjaan dimaksud mengingat tidak adanya sosialisasi sejak awal kepada masyarakat. Ia juga tidak mau masyarakat akan menjadi korban, karena menurutnya, telah banyak masyarakat yang sudah mulai budidaya pertanian. Namun karena Jery Hamanai sebagai petugas pengairan berjanji akan melepas air setiap tiga hari, maka ia pun setuju. MP

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita, Dalam Negeri dan tag , . Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s