Kelalaian Oknum Penyidik – Bisa Akibatkan Korban Lain

Kematian Delvis Indri Manno Raga, 01/01/2017 sebenarnya murni pembunuhan berencana; mulai skenario rencana sampai pelaksanaan pembunuhan. Diduga otaknya adalah orang yang setidaknya mengerti dan paham hukum, dan melakukan upaya melibatkan kekuatan ‘spiritual’ untuk menutup kasus tersebut sehingga pelakunya bisa bebas dari jerat hukum.

Hasil investigasi Tim Tabloid Sumba Pembaharuan menunjukkan bahwa terdapat banyak kejanggalan dalam pengungkapan kasus tersebut. Kalau misalnya penyidik berlaku profesional, ketika orang tua korban meminta untuk otopsi, penyelidik harusnya menerima karena hal ini akan mempermudah tugas Kepolisian dalam penyelidikan kasus tersebut. Permintaan tersebut juga harusnya bisa diterima karena menyangkut nyawa dan darah anak manusia.

Dalam pemahaman penulis, seharusnya pihak penyidik melakukan langkah-langkah berikut dalam melakukan tugasnya.

Langkah pertama yang seharusnya dilakukan oleh penyidik adalah memeriksa Natan dan kawan-kawan yang membelah kelapa dan berusaha menghilangkan darah korban dengan cara menyiram darah korban, sehingga darah yang terdapat pada satu titik saya dan terkesan meluas. Bukan tidak mungkin Natan pun bisa terlibat dalam kasus tersebut karena tindakannya berusaha menghilangkan bukti dan fakta lapangan tersebut, apalagi Natan tidak ada hubungan keluarga dengan pihak korban. Hal ini tidak dilakukan.

Langkah berikut pihak penyidik kepolisian seharusnya Polisi melakukan olah TKP ketika orang tua korban menemukan bukti baru lokasi tempat yang diduga menjadi tempat pembunuhan korban. Namun penyidik (entah sengaja atau tidak) memperlambat sehingga bukti bisa hilang dan tidak bisa dikenali. Bukti baru sebenarnya efektif dalam menentukan motif kejadian, apakah kematian diakibatkan laka lantas atau pembunuhan.

Langkah ketiga yang harusnya ditempuh oleh penyidik adalah segera mengotopsi korban, untuk mengetahui apakah keadaannya sesuai dengan keterangan saksi ahli atau tidak. Kalau tidak, maka saksi ahli bisa jadi telah bersekongkol dengan pelaku kejahatan untuk memberikan keterangan palsu di depan persidangan. Ancaman hukuman dalam memberikan keterangan palsu sudah diatur dalam KUHAP dan tuntutannya maksimal 7 tahun.

Langkah ke empat, kalau terbukti merupakan pembunuhan, maka Paman korban, yaitu YACOB ROHI dkk, yakni NOFRI NGURU, NELSON DAKE, dan EPID DAO RADJA dapat ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan atau paling tidak ikut bersekongkol melakukan kejahatan dan atau melindungi pelaku kejahatan.

Langkah ke lima, mencocokkan dengan keterangan saksi, seperti keterangan pengendara sepeda motor Tiger dan yang diboncenginya, serta bukti lain seperti kalung yang di copot dari leher korban, senapan korban yang hancur berkeping keping (Apakah benar hancurnya senapan tersebut akibat ditabrak motor atau tidak – tapi sayangnya senapan tersebut tidak dijadikan barang bukti dalam persidangan), ataukah ada indikasi lain. Hal ini seharusnya perlu dipertanyakan kepada Kapolsek Rindi yang telah melakukan penyitaan barang bukti. Keluarga inti korban seharusnya dilibatkan dalam rekonstruksi kejadian pembunuhan tersebut.

Investigasi media Tabloid Sumba Pembaharuan dan Media Online Sumba Pembaharuan, menemukan kinerja penyidik lemah, baik dari lantas Polres Waingapu, maupun dari Polsek Rindi sendiri, sehingga terduga pelaku kejahatan terkesan tidak tersentuh hukum. Ditakutkan bahwa akibat kelemahan-kelemahan tersebut akan mengakibatkan korban masyarakat sipil semakin banyak karena keadilan tidak ditegakkan bisa terjadi kesalahan lain seperti salah tangkap. PAUL. SP

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hukum & Kriminal, Opini. Tandai permalink.

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s