Daftar Teratas Penelitian yang Harus Ditarik Kembali Pada Tahun 2018 Karena Kehohongan

 

Melolo, 3 Januari 2019. Sama seperti manusia lainnya yang bukan ilmuwan, para ilmuwan bisa melakukan kebohongan karena berbagai alasan. Tidak hanya dalam dunia politik (yang umumnya dimaklumi kalau ada banyak kebohongan), dunia ilmu pengetahuanpun tidak bebas dari kehohongan atau hoaks.

Sebuah blog bernama Retraction Watch yang melaporkan semua penarikan terhadap hasil penelitian ilmiah, memilih 10 penarikan hasil penelitian teratas pada tahun 2018. Berikut adalah 8 dari 10 makalah ilmiah atau hasil penelitian dimaksud serta alasan-alasan penarikannya.

  1. Dua orang ilmuwan peneliti teknologi nano dari India harus menarik sekitar puluhan hasil penelitiannya karena alasan pembohongan data dan gambar. Dua orang tersebut adalah Rashmi Madhuri (24 hasil penelitian ditarik) and Prashant Sharma (26 hasil penelitian ditarik).
  2. Hasil penelitian sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Vinit B. Mahajan harus ditarik kembali. Penelitian mereka yang menyimpulkan bahwa teknik mengedit gen (CRISPR) bisa mengakibatkan kerusakan pada DNA, padahal mereka tidak pasti apakah kerusakan gen itu diakibatkan CRISPR atau sudah ada sebelumnya.
  3. Maria Cristina Miron Elqutub, dari University of Texas MD Anderson Cancer Center, mengganti sampel darah dari sekitar 100 pasien dengan sampel darahnya sendiri dalam sebuah penelitian. Karena itu salah satu dari laporannya telah ditarik dan ia mendapat sanksi dari Badan Integritas Penelitian Pemerintah Amerika Serikat.
  4. Sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan tahun 2002 harus ditarik tahun lalu, karena sering digunakan untuk mendukung pandangan yang menyatakan ada hubungan antara vaksinasi dan autisme.
  5. Bertahun-tahun, Piero Aversa dianggap sebagai tokoh kunci dalam bidang sel induk jantung. Namun pada tahun 2018, 31 karyanya diminta Harvard Medical School untuk ditarik karena ada keprihatinan tentang data yang digunakan. Sampai akhir tahun 2018, 14 karyanya telah ditarik.  Ini merupakan bagian dari serangkaian kasus yang dihadapi Piero sejak lima tahun lalu.
  6. Nama Kim Kardashian tiba-tiba muncul sebagai seorang penulis salah satu makalah yang diterbitkan oleh Jurnal Drug Designing & Intellectual Properties International Journal, padahal ia hanya seorang artis yang tidak punya keahlian dalam sains. Makalah tersebut ternyata sebuah hoaks yang sengaja ditulis oleh Tomáš Pluskal untuk mencobai jurnal yang menerbitkannya sehingga harus ditarik kembali. Makalah itu diterima begitu saja tanpa revisi oleh para editor jurnal tersebut.
  7. 11 makalah dari para pakar material Cina ditarik kembali karena temuan ganda, pemalsuan penulisan, dan pelanggaran-pelanggaran lain.
  8. Setelah lebih dari setahun menunggu, karya Rupali Bhardwaj, seorang insinyur dari India ternyata ditolak jurnal Multimedia Tools and Applications (MTAP). Namun kemudian jurnal tersebut menerbitkan tulisan lain yang merupakan jiplakan dari tulisan Rupali. Jurnal tersebut harus menarik kembali tiga makalah karena ‘mencuri’ dari tulisan yang tidak diterbitkan.

Mungkin ada benarnya ungkapan yang menyatakan “Ilmuwan juga manusia.” Para ilmuwan sama saja dengan manusia lain: berbohong dan menipu – kalau ada kesempatan dan membawa keuntungan. DAD

Iklan

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s