Sains dan Filsafat Tak Dapat Diceraikan

Melolo, 7 April 2019. Sains butuh filsafat. Setidaknya demikianlah pendapat beberapa pakar yang menyusun sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan oleh PNAS, sebuah jurnal ilmiah multi-disiplin bermarkas di Amerika Serikat. Tulisan ini dilatar-belakangi oleh pandangan yang berkembang di antara para ilmuwan masa kini bahwa filsafat berbeda sama sekali dan bahkan bertentangan dengan ilmu pengetahuan atau sains. Pandangan tersebut bertentangan dengan kenyataan bahwa secara historis, sains dan filsafat tidak terpisahkan.

Untuk mendukung penegasan tersebut, para pakar mengemukakan empat alasan serta contoh pendukung.

Filsafat memperjelas konsep-konsep ilmiah. Dengan diperjelasnya konsep, tidak hanya akan menghasilkan istilah yang lebih tepat dan lebih berguna, tetapi juga membuka jalan bagi eksperimen-eksperimen baru karena kerangka konseptual menetapkan batas-batas dalam menyusun eksperimen. Lewat analisis dan instrumen filosofis, konsep tentang sel punca (stem cell) diperjelas sehingga dapat dibedakan menjadi kategori, yaitu: sifat intrinsik sel punca terlepas dari lingkungannya, sifat sel punca yang dikendalikan nutrisi mikro, sifat ekstrinsik sel punca yang diakibatkan nutrisi mikro, serta sifat yang terwujud dan dikendalikan pada tingkat populasi sel. Berdasarkan hasil analisis para pakar kemudian menyusun kegiatan percobaan atau eksperimen yang menyasar sel punca.

Kajian kritis terhadap asumsi dan metode ilmiah. Analisis filsafat mengkritik asumsi dan metode yang digunakan dalam penelitian ilmiah tertentu sehingga mengubah atau melengkapi kerangka penelitian yang sudah ada. Berdasarkan analisis filsafat, teori awal tentang penentuan benda atau zat asing oleh sistem daya tahan tubuh dilengkapi dengan teori bahwa daya tahan tubuh bereaksi terhadap perubahan yang tiba-tiba. Sedangkan perubahan yang perlahan kemungkinan tidak akan mendapat reaksi dari sistem daya tahan tubuh. Sintesis baru ini membantu memperjelas kejadian-kejadian yang sulit dijelaskan dengan dalam kerangka teori sebelumnya, misalnya tentang penyakit auto-imun, respons tubuh terhadap tumor, dll.

Selain itu, kajian kritis filosofis menyumbang terhadap gagasan bahwa makhluk hidup sebenarnya merupakan sebuah komunitas simbiotik yang menampung dan mentolerir banyak unsur asing (termasuk bakteri dan virus) yang tidak dihilangkan oleh sistem kekebalannya.   

Perumusan konsep dan teori baru. Jerry Fodor adalah seorang filsuf yang memberi sumbangan besar terhadap ilmu syaraf dan kognitif melalui konsep-konsep filsafatnya. Begitu besarnya sumbangan Fodor sehingga dalam bidang ilmu tersebut ada yang mencoba pembagian masa antara masa sebelum dan masa sesudah Fodor. Mirip dengan pembagian waktu antara Sebelum dan Setelah Kristus dalam penanggalan modern.

Mendukung dialog antar berbagai bidang sains. Filsafat memainkan peranan yang penting dalam berbagai bidang sains karena itu integrasi antara berbagai bidang sains dapat dicapai dengan antara lain melibatkan para filsuf.

Integrasi ini penting karena, “Para filsuf dan ilmuwan sama-sama memanfaatkan logika, analisis konseptual, dan argumentasi yang ketat. Namun para filsuf dapat menggunakan instrumen-instrumen tersebut dengan tingkat ketelitian, kebebasan, dan abstraksi teoretis yang sering tidak terjangkau oleh para ilmuwan dalam kegiatannya sebagai ilmuwan,”

“Sains modern tanpa filsafat akan berhadapan dengan tembok.,” lanjut tulisan tersebut. “Banjir data di masing-masing bidang akan mempersulit interpretasi, mengabaikan luasnya sains dan sejarah semakin memperuncing perpecahan dan memisahkan antar sub disiplin ilmiah. Sedangkan penekanan pada metode dan hasil empiris menyebabkan semakin dangkalnya pengajaran terhadap mahasiswa.”

Demikianlah keduanya telah menjadi satu dan tak boleh diceraikan. DAD

Bagaimana komentar anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s