Penipuan & Pembajakan Hasil Karya Anak Bangsa oleh Telkom

Penipuan & Pembajakan Hasil Karya Anak Bangsa oleh Telkom

Yayasan Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) mendapat aduan dari masyarakat, perihal PEMBAJAKAN atas HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Masyarakat (katakanlah si A) membuat sebuah karya cipta sebuah aplikasi, lalu dengan semena-mena, PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang merupakan salah satu BUMN terbesar di Indonesia, melakukan pembajakan atas aplikasi tersebut tanpa seizin pemiliknya.

Si A sudah melaporkan perkara ini ke mabes Polri, dan sedang dilakukan pemanggilan saksi-saksi dari pihak pelapor maupun dari pihak Telkom sendiri.

Ketika proses penyidikan di Polri dalam pemanggilan saksi-saksi dari Telkom sedang berjalan, Telkom tiba-tiba mencoba menghindar dari jerat hukum dan bermanuver dengan cara memindahkan medan peperangan yaitu dengan melakukan gugatan balik ke si A dengan cara membawa perkara ini ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Telkom meminta agar surat pencatatan hak cipta milik A agar dibatalkan. Telkom menganggap aplikasi buatan A adalah milik Telkom. Padahal Telkom dan A belum pernah ada perjanjian jual beli serta serah terima pemindahan hak dari A ke Telkom. A sudah pernah memberikan penawaran harga jual aplikasi kepada Telkom, tetapi Telkom malah mau menjadikan A sebagai karyawan lepas. Hal ini menyebabkan batalnya negosiasi penjualan aplikasi yang dibuat A kepada Telkom.

Di sinilah Telkom sudah berbuat sewenang-wenang menindas rakyat dengan cara tidak menghargai hasil karya anak bangsa sendiri.

Ketua Umum YKKI, telah merinci hal-hal mengenai kebobrokan Telkom sebagai berikut:

  1. Telkom merasa superior sehingga mereka bisa memperlakukan masyarakat dengan sewenang-wenang dan seenaknya sendiri.
  2. Telkom sudah mengingkari tugas pokok dan tanggung jawab sebagai BADAN USAHA MILIK NEGARA, yang mana tugas pokok mereka adalah mencari uang untuk kemakmuran rakyat. Bagaimana rakyat sehat jika badan usaha milik negara mencari uang dengan cara-cara kotor dan licik?
  3. Telkom sudah melakukan penipuan dengan cara merebut hasil karya anak bangsa tanpa adanya perjanjian serah terima penyerahan hak atas kekayaan intelektual. Bagaimana rakyat bisa maju jika haknya direbut oleh sebuah instansi besar milik negara?
  4. Telkom sudah menjadi sarang perampok yang jelas sangat merugikan rakyat dan negara.

Pantas saja hutang negara semakin banyak. Pantas saja rakyat tidak pernah bisa makmur dan maju. Pantas saja Rakyat selalu menderita. Badan usaha milik negaranya saja bertindak diluar aturan hukum yang berlaku, dengan cara menipu, merebut dan mencuri dari rakyat.

Jangan-jangan semua BUMN yang ada di negara ini seperti itu?

YKKI akan berusaha dengan sekuat tenaga memperjuangkan hak rakyat yang sedang diperlakukan semena-mena oleh instansi besar milik negara. Hal ini sekaligus menjadi pelajaran bagi BUMN yang lainnya.

YKKI akan membantu Presiden Jokowi untuk turut serta membersihkan Badan Usaha Milik Negara agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketua Umum YKKI mengajak rakyat dan segenap pengurus serta anggota YKKI seluruh Indonesia untuk bersatu padu melawan kejahatan ini dan membantu presiden Jokowi untuk membersihkan Instansi-instansi milik negara yang seharusnya digunakan sepenuhnya demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Ketum YKKI

Oscar Dany Susanto

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *