Tragis, Tanah Pantai Sumba Timur Diduga Sudah Terjual ke Pihak Asing; Sertifikasi Tanah dilakukan hanya Untuk dijual ke Turis Asing

Tragis, Tanah Pantai Sumba Timur Diduga Sudah Terjual ke Pihak Asing; Sertifikasi Tanah dilakukan hanya Untuk dijual ke Turis Asing

Melolo, 28 Mei 2021. Diduga banyak warga Sumba Timur saat ini melakukan proses pengurusan sertifikat tanah pantai mulai dari pantai Londa Lima, Walakiri hingga ke Wula Waijelu hanya untuk dijual ke turis asing. Dugaan sementaranya adalah proses pembelian tanah dilakukan atas nama orang Indonesia, namun pemilik modalnya adalah turis asing. Selain itu, sebagian tanah di pantai yang oleh beberapa warga diklaim sebagai milik pusaka dari leluhur setelah diproses sertifikat dan akhirnya dijual ke pihak turis asing. Yang lebih fatal lagi menurut warga, ada oknum kepala desa yang memetakan tanah atas nama warga namun setelah memproses pembuatan sertifikat, tanah dikuasai sepenuhnya Kepala Desa dan dijual ke pihak turis asing

Merdianus Lapu Kelinggoru, eks kepala desa Lumbumanggit salah seorang tokoh masyarakat yang mengetahui seluk-beluk tanah menjelaskan kepada media ini bahwa hamparan tanah pantai dari perbatasan desa Wula hingga Praibakul terjual hingga ratusan titik, dan hampir tidak ada lagi hamparan tanah pantai yang tersisa. Semua sudah terjual, baik kepada pihak turis asing mau pun para makelar tanah.

Saat ditanya bagaimana dengan proses kepemilikan tanahnya, apakah tanah tersebut sudah ada sertifikat tanahnya, dalam keterangan persnya, Lapu menjelaskan bahwa semua pihak atau oknum yang menjual tanah baru melakukan pembuatan sertifikat hanya setelah tanah terjual saat mengadakan penjualan tanah Malah banyak kepala desa dan aparat desa lainnya yang terlibat aksi penjualan tanah setelah proses pembuatan sertifikatnya, seperti di Desa Wula, Desa Hadakamali, desa Laijanji dan Desa lainnya. Namun di Desa Lainjanji tanah belum terjual karena masih menunggu harga tinggi, ungkap Lapu. Lapu juga sangat menyesalkan tidak adanya aparat penegak hukum yang menyelidiki kasus tersebut, padahal sebenarnya oknum Kepala Desa yang terlibat aksi penjualan tanah murni melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatan. “Coba kalau pembuatan sertifikat dan kepemilikan tanah bukan untuk dijual belikan ini bukan masalah,” kata Lapu.

Bangunan Villa di Minggittimbi

Zoltan Roka, salah seorang Turis asing pemilik Vila di Minggittimbi membenarkan bahwa yang bersangkutan mengadakan pembelian tanah panta di Kecamatan Wula Waijelu seluas 5 ha dengan harga Rp. 1 miliar. Ia juga mengaku kalau ia sudah tahu harga tanah di Sumba, dan ia pernah membeli tanah di Walakiri hanya dengan Rp 37.000.000, per hektare dan berencana membeli tanah di pesisir pantai. Ketika ditanya apakah pembuatan Vila di Minggittimbi sudah mengantongi IMB, Zolta menyatakan sudah mendapat Izin, dan malah ia dan istrinya sudah mengantongi KITAS.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu Sumba Timur, ketika dihubungi terkait pemberian Izin pembuatan Vila milik Zolta, tidak memberikan keterangan. Yang bersangkutan menyarankan untuk menghubungi Harun M. Jawa.   

Bersambung……………………………….. Paul – SP

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *