Siapa lagi yang menjadi korban selanjutnya?
Korban sebuah kebiadaban
Siapa lagi yang dikehendaki menjadi korban selanjutnya?
Sebenarnya tidak mau bahas masalah ini lagi, sudah diiklaskan, karena semua yang terjadi sudah dianggap cobaan dalam hidup, karena percuma juga, mencari keadilan didunia ini adalah semu, karena hukum saat ini bagaikan buah simalakama dan pelaku hukum bisa mempermainkan keadilan.
Dan sudah selayaknya kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan, namun sebagai manusia, wajib juga kita waspada, kalau melihat gelagat disekeliling, ada kesan, ada sebuah perencanaan terselubung untuk menghapus semua orang yang menghalangi jalannya meraih kejayaannya.
Mereka belum puas dengan kematiannya (Delvis IP. M.Raga?) Mereka terus memprovokasi keadaan, mereka terus mencari korban, karena mereka anggap mereka kebal hukum, tak akan tersentuh hukum, karena mereka merasa hukum itu hanya sebuah permainan petak umpet, siapa yang lihai dalam permainan, dialah yang menjadi pemenangnya.
Membunuh bagi mereka adalah hal yang biasa, setelah membunuh mereka mencuci tangan, ataukah mungkin mereka penganut aliran sesat, yang terus mencari tumbal sebagai sesajennya? guna meningkatkan aura kekuasaan atau memperluas kekayaan, dengan terus membantai siapa saja yang dianggap menghalanginya tak peduli apakah itu pangkat anak, saudara atau siapa pun selama itu dianggap musuh, mereka akan dihabisi.
Kalau sudah begini, kita perlu waspada, kalau tidak hati hati, akan menjadi korban juga, karena perdamaian atau kebaikan bagi mereka hanya kemunafikan saja, karena mereka adalah pawangnya dalam soal memutar balikan fakta dan keadaan, mereka hebat seperti bunglon, siap menyusup dan berubah warna sesuai kondisi dan keadaan setempat, sampai akhirnya korban jatuh dan akan terus mencari korban.
Tapi satu yang kamu tidak tau, sehebat apa pun kamu dalam menutup kebusukan, suatu saat akan tercium juga, dan ingat siapapun engkau yang menanam kejahatan, suatu saat akan menuai bencana, teruslah engkau berbuat kejahatan dan didiklah orang orang disekeliling mu untuk membantumu melakukan kejahatan, semua butuh proses karena penghakiman Tuhan itu indah adanya, semua akan mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Tuhan, karena Tuhan itu bisa melihat rencana mu sepandai apa pun engkau menutupnya. Paul MR












































.jpg)







